Abstak
Penelitian ini bertujuan menganalisis diferensiasi Akademi Dakwah Indonesia
(ADI) sebagai lembaga pendidikan da'i terapan di bawah naungan Dewan Da’wah
Islamiyah Indonesia (DDII), memahami sistem pengelolaan yang diterapkan DDII
dalam mengelola ADI, serta mengetahui capaian lulusan ADI dalam kontribusinya
terhadap pengembangan dakwah di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif
studi kasus (Creswell, 2016), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam
semi-terstruktur, observasi lapangan sistematis, dan analisis dokumentasi di ADI
Kota Bogor dan DDII Pusat selama Februari-Mei 2026. Informan dipilih secara
purposive meliputi Kepala Bidang Pendidikan DDII Pusat, Direktur ADI Kota
Bogor, seorang dosen, dan tiga mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
ADI memiliki lima dimensi diferensiasi yang saling memperkuat: (1) visi
kelembagaan yang secara eksklusif berfokus pada penyiapan da’i untuk daerah
daerah yang mengalami krisis tenaga dakwah; (2) arsitektur kurikulum yang
memadukan inti nasional berstandar DDII dengan modul muatan lokal adaptif; (3)
metodologi pembelajaran berbasis full boarding yang mengintegrasikan
pembentukan teoritis dengan praktik dakwah lapangan langsung sejak awal masa
pendidikan; (4) sistem pembiayaan beasiswa penuh yang mengeliminasi hambatan
ekonomi bagi seluruh calon mahasiswa; dan (5) identitas kelembagaan khas yang
secara kreatif sistem pesantren dengan akademik lembaga kaderisasi dakwah
terorganisir. DDII menerapkan sistem pengelolaan dua lapis yang terkoordinasi, di
mana pengurus pusat mengendalikan keputusan strategis sementara pengurus
daerah mengelola operasional harian dengan fleksibilitas melakukan lokalisasi
konten. Lulusan ADI mencapai tingkat kelulusan 99% yang luar biasa dan secara
konsisten ditempatkan di wilayah-wilayah prioritas dakwah, terutama Indonesia
Timur (NTT, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua). Temuan-temuan ini secara empiris
mengkonfirmasi bahwa ADI memenuhi seluruh empat kriteria VRIO dalam teori
Resource-Based View Barney (1991) dan mengimplementasikan strategi fokus
diferensiasi Porter (1998) secara konsisten pada seluruh rantai nilai pendidikannya.
Kata kunci: Diferensiasi; Pendidikan Da’i Terapan; Dewan Da’wah Islamiyah
Indonesia; Akademi Dakwah Indonesia;