Abstak
Irham Muhsinin
221105010889
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Al
Qur’an dalam pembentukan kepribadian Islami santri di Maahad Darul Azhar Wal
Hikmah Terengganu, Malaysia, serta mengetahui faktor-faktor pendukung dan
penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses
internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dilakukan melalui tahapan transformasi nilai,
transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai yang diterapkan melalui kegiatan tahfidz
Al-Qur’an, muraja’ah, halaqah, pembiasaan ibadah berjamaah, kajian tafsir,
keteladanan ustadz, serta penciptaan lingkungan religius (bi’ah Islamiyah). Nilai
nilai yang diinternalisasikan meliputi nilai akidah, ibadah, akhlak, kedisiplinan,
tanggung jawab, dan nilai sosial. Program tahfidz Al-Qur’an berperan dalam
membentuk kepribadian Islami santri yang tercermin pada meningkatnya
kedisiplinan, kontrol diri, kesopanan, ketaatan beribadah, dan tanggung jawab
dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung proses internalisasi meliputi
keteladanan ustadz, lingkungan religius, program pembiasaan yang konsisten, dan
dukungan lembaga pendidikan, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh
media sosial, perbedaan latar belakang keluarga santri, dan tantangan adaptasi
sebagian santri terhadap kedisiplinan maahad.
Kata Kunci: Al-Qur’an, Internalisasi Nilai, Kepribadian Islami, Pendidikan Islam,
Tahfidz Al-Qur’an.
This study aims to analyze the process of internalizing Qur’anic values in shaping
the Islamic personality of students at Maahad Darul Azhar Wal Hikmah,
Terengganu, Malaysia, and to identify the supporting and inhibiting factors in its
implementation. This study employed a qualitative approach with a case study
method. Data collection techniques included observation, interviews, and
documentation, while data analysis was carried out through data reduction, data
presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the
process of internalizing Qur’anic values was carried out through the stages of value
transformation, value transaction, and transinternalization implemented through
Qur’an memorization activities, muraja’ah, halaqah, congregational worship
habituation, tafsir studies, teachers’ role modeling, and the creation of a religious
environment (Islamic bi’ah). The values internalized include faith (aqidah),
worship (‘ibadah), morality (akhlaq), discipline, responsibility, and social values.
The tahfidz Al-Qur’an program plays an important role in shaping the students’
Islamic personality, as reflected in improved discipline, self-control, politeness,
obedience in worship, and responsibility in daily life. Supporting factors include
teachers’ exemplary behavior, a religious environment, consistent habituation
programs, and institutional support, while inhibiting factors include the influence
of social media, differences in students’ family backgrounds, and adaptation
challenges faced by some students toward the discipline of the maahad.
Keywords: Al-Qur’an, Internalization of Values, Islamic Personality, Islamic
Education, Tahfidz Al-Qur’an.