Abstak
Kualitas udara di fasilitas kesehatan berdampak signifikan terhadap
proses pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
kualitas fisik udara (suhu, kelembaban, pencahayaan, kebisingan, PM2,5, dan
PM10) di Ruang Rawat Inap Psikiatri RS Marzoeki Mahdi Bogor berdasarkan
standar Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Penelitian deskriptif kuantitatif cross
sectional ini memiliki populasi seluruh ruang rawat inap psikiatri (11 gedung).
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling,
menghasilkan 22 titik sampel kamar (untuk suhu, kelembaban, pencahayaan, dan
partikulat) serta 11 titik sampel area kumpul pasien (untuk kebisingan). Data
dikumpulkan menggunakan particle counter, lux meter, sound level meter, dan
lembar pengukuran, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian
menunjukkan 100% ruangan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada parameter
suhu dan kelembaban. Hal ini dipicu oleh desain ruangan psikiatri yang sangat
tertutup demi keamanan pasien, sehingga sirkulasi udara terhambat. Sementara
itu, parameter lain dominan Memenuhi Syarat (MS), meliputi pencahayaan
(54,5% MS), kebisingan (72,7% MS), PM2,5 (72,7% MS), dan PM10 (100% MS).
Dapat disimpulkan bahwa rata-rata kualitas fisik udara di Ruang Rawat Inap
Psikiatri RS Marzoeki Mahdi Bogor yang sesuai dengan standar adalah sebesar
50%. Sebagai upaya peningkatan kualitas udara, pihak rumah sakit perlu
mengoptimalkan ventilasi dan pendingin ruangan (AC) serta memantau kualitas
udara secara berkala.
Kata Kunci : Kualitas Udara, Lingkungan Fisik, Psikiatri
Bahan bacaan : 8 buku 23 jurnal, tahun (2001 - 2026)