Abstak
Rio Muhamad Syah Talwan
12215110455
Persimpangan merupakan tempat bersilangnya arus lalu lintas dimana akan terjadi konflik-konflik lalu-lintas yang beresiko terjadinya kecelakaan akan mempengaruhi kinerja persimpangan. Salah satu contoh persimpangan yang terjadi konflik lalu lintas sangat padat/tinggi di Kabupaten Bogor yaitu pada Persimpang Sentul Sirkuti Kab.Bogor Dengan Jl. Alternatif Sentul Jl. Babakan Madang Jl. Citeureup dan akses menuju Pintu Tol Jakarta. Persimpangan ini sebagai jalur alternatif menuju Kawasan Industri -
sehingga berada pada kondisi lalu lintas yang ramai dan sering terjadi kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi kinerja simpang tersebut yang meliputi Kapasitas (C), Darajat Kejenuhan (DS), Tundaan (D) dan Peluang Antrian (QP). Metode yang digunakan menganalisis kinerja simpang ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Metode Penelitian Menggunakan Survey Dan Observasi langsung di lapangan untuk mendapatkan data masukan dan lalu dihitung untuk mendapatkan hasil kinerja yang diinginkan. Survey di lakukan menggunakan teknik manual dalam pengamatan dan pengambilan data di lapangan kemudian data di olah menggunakan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dengan menggunakan Microsoft Excel 2007 untuk mengolah data lalulintas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting simpang tersebut sudah lewat jenuh dan
tidak mampu lagi melayani arus lalu lintas dengan baik. Hasil analisis menunjukkan Kapasitas (C) 4,208 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) Sebesar 0,344, tundaan simpang (D) sebesar 8.26 det/smp dan Peluang Antrian sebesar 15,81 % - 5,98?ri hasil analisis simpang tersebut harus dilakukan penanganan dengan merubah pengaturan simpang menjadi simpang bersinyal dan melakukan pelebaran geometrik simpang pada kaki simpang bagian jalan Perintis Kemerdekaan.
Kata kunci : Kinerja, Simpang,