Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan self
efficacy terhadap fenomena quarter life crisis pada karyawan perusahaan advertising
Group M Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik
analisis jalur (path analysis) untuk menguji hubungan antar variabel. Data dikumpulkan
melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan Group M Indonesia dan dianalisis
menggunakan perangkat lunak statistik yaitu SmartPLS 4.
Hasil penelitian menunjukan bahwa lingkungan kerja secara parsial tidak memiliki
pengaruh signifikan terhadap quarter life crisis (koefisien jalur = -0,175; P-value = 0,604;
T-statistik = 0,519). Self efficacy juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap quarter
life crisis (koefisien jalur = -0,070; P-value = 0,805;
T-statistik = 0,247). Namun, lingkungan kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan
terhadap self efficacy (koefisien jalur = 0,653; P-value = 0,000; T-statistik = 5,112). Secara
simultan, lingkungan kerja dan self efficacy tidak menunjukan pengaruh signifikan
terhadap quarter life crisis.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa faktor lingkungan kerja dan self
efficacy secara parsial maupun simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap quarter life
crisis, kecuali pada pengaruh lingkungan kerja terhadap self efficacy yang terbukti
signifikan.
Kata kunci: Lingkungan Kerja, Self Efficacy, Quarter Life Crisis, Karyawan, Perusahaan
Advertising