Abstak
Penelitian ini mengkaji pengaruh fluktuasi nilai tukar (kurs) Dolar Amerika Serikat
(USD) dan Riyal Arab Saudi (SAR) terhadap Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji
(BPIH) di Indonesia sebagai upaya mitigasi risiko moneter dan penguatan tata kelola
fiskal perhajian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak
pergerakan kurs USD dan SAR terhadap nominal anggaran BPIH, serta mengevaluasi
efektivitas intervensi kebijakan pengelolaan keuangan haji domestik. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data
sekunder berbentuk runtun waktu (time series) periode 2016–2025 melalui metode
dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model Regresi Linear Berganda yang
diuji melalui program EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi kurs
USD berpengaruh positif dan signifikan terhadap kenaikan BPIH, di mana setiap
depresiasi Rupiah meningkatkan beban pengeluaran sektor transportasi udara (aviasi)
internasional jemaah yang didominasi oleh mata uang Dolar AS. Sebaliknya, kurs SAR
secara unik menunjukkan pengaruh negatif yang mencerminkan keberhasilan
intervensi kebijakan kontra-siklus (counter-cyclical) dari otoritas melalui strategi
lindung nilai (financial hedging) berbasis kontrak berjangka (forward contract) untuk
mengunci harga logistik tanah suci sebelum operasional haji dimulai. Bauran kedua
valas ini mendikte 94,87% variasi nilai nominal BPIH dengan temuan nilai VIF sebesar
62.805,52 yang diposisikan sebagai multikolinearitas struktural ekonomis yang wajar
akibat sistem jangkar moneter (pegged exchange rate system) antara SAR terhadap
USD. Faktor pendorong stabilitas pembiayaan meliputi penguncian kurs di awal waktu
dan dukungan subsidi. Sedangkan faktor risiko fiskal jangka panjang diantisipasi
melalui penguatan regulasi UU Nomor 14 Tahun 2025 melalui skema kontrak tahun
jamak (multi-years contract) pengadaan luar negeri.
Kata Kunci: Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Fluktuasi Kurs, Dolar
(USD), Riyal (SAR), Regresi Linear Berganda.