Abstak
STUDI ANALISA RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN
BERORIENTASI TRANSIT (TOD) DI KAWASAN CIBANON. Dalam
kerangka pengembangan wilayah, transportasi dan tata guna lahan merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Hal ini menjadikan pengembangan suatu
wilayah harus didukung oleh prasarana, sarana dan pengaturan transportasi yang
effektif, effisien, nyaman dan aman. . Transit oriented development (TOD)
mendefinisikan sebagai pembangunan kawasan yang lebih kompak dengan
kemudahan berjalan kaki, bersepeda, serta kemudahan fasilitas transit peralihan
moda angkutan umum massal yang di kawasanya terdiri dari beraneka ragam tata
guna lahan (mixed-use) serta sebuah kawasan yang memiliki prinsip memadatkan,
keberagaman serta desain kawasan yang ramah pejalan kaki dan pesepeda. Adapun
untuk mengantisipasi timbulnya masalah transportasi pada pembangunan kawasan
TOD maka dilakukan kajian mengenai analisis potensi bangkitan dan tarikan untuk
mengetahui seberapa besar pergerakan yang masuk ke sebuah zona ataupun keluar
dari sebuah zona tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa
peruntukan tata guna lahan sesuai dengan kriteria teknis perancangan dan
pemanfaatan ruang kawasan TOD serta untuk memprediksi jumlah bangkitan
tarikan lalu lintas dari dan menuju lokasi pembangunan kawasan TOD. Teknik
pengumpulan data meliputi observasi eksisting, survei lalu lintas dan kajian
dokumen. Analisis peruntukan tata guna lahan mengacu pada standard dan regulasi
terkait pembangunan kawasan berorientasi transit, sedangkan untuk perhitungan
bangkitan tarikan menggunakan koefisien dari ITE (Institute Transportation
Engineers) Generation 10th. Hasil penelitian berupa tingkat kesuaian Koefisien
Dasar Bangunan (KDB) sebesar 57?ri angka maksimal 80%, Kofisien Lantai
Bangunan (KLB) sebesar 5.4 dari angka minimal 5.0, Koefisien Dasar Hijau (KDH)
sebesar 15% serta 12 macam tata guna lahan pada peruntukan tata guna lahan
terhadap penerapan konsep TOD pada kawasan Cibanon. Pada hasil perhitungan
bangkitan pergerakan pada kawasan studi didapatkan jumlah bangkitan 6,841
(Skr/Jam), sedangkan untuk hasil tarikan pergerakan yang didapat pada kawasan
studi dengan jumlah 16,326 (Trip/Jam).
Kata Kunci : Transit oriented development (TOD), bangkitan tarikan,
kesesuaian tata guna lahan, KDB, KLB