Abstak
Peserta didik yang memiliki minat terhadap mata pelajaran PAI, ia akan lebih
antusias dalam menyambut dan meresponnya secara positif. Namun, kenyataannya minat
belajar siswa PAI masih tergolong rendah, sebagaimana terlihat di kelas X SMAN 3 Kota
Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan minat belajar PAI
siswa yang menggunakan metode konvensional, (2) peningkatan minat belajar PAI siswa
yang menggunakan metode TGT, dan (3) perbedaan signifikan antara keduanya. Metode
penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Sampel terdiri dari dua kelas X, yaitu
kelas eksperimen berjumlah 33 siswa dan kelas kontrol juga berjumlah 32 siswa. Hasil
uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Pada kelompok
kontrol, rata rata minat belajar meningkat dari 63 menjadi 68 (7,9%), sedangkan pada
kelompok eksperimen meningkat dari 62 menjadi 71 (14,5%). Uji N-Gain Score
menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 54% pada kelompok eksperimen dan hanya
25% pada kelompok kontrol. Uji Independent Sample T-Test menghasilkan nilai
signifikansi 0,005 (< 0,05), menandakan terdapat perbedaan signifikan antara kedua
kelompok. Hasil penelitian ini adalah : (1) peningkatkan minat belajar PAI siswa yang
diajar tanpa menggunakan Metode Konvesional menunjukkan peningkatan 7,9%. (2)
Minat belajar PAI siswa yang diajar dengan menggunakan Metode TGT mengalami
peningkatan 14,5%. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan (sig. = 0,005) antara
peningkatan minat belajar PAI siswa yang menggunakan metode konvensional dan yang
menggunakan metode TGT. Oleh karena itu, penggunakan TGT dapat direkomendasikan
dalam pembelajaran PAI guna meningkatkan minat belajar.
Kata kunci: Metode TGT, Minat Belajar, PAI