Abstak
Yudistira Adera Pratama
161105130972
Sistem pendingin pasif tanpa adanya pompa dengan memanfaatkan laju sirkulasi alam guna meningkatkan aspek keselamatan reactor nuklir digunakan pada berbagai tipe PLTN. PTKRN
BATAN bertugas mengembangkan teknologi keselamatan reaktor nuklir telah memiliki fasilitas Untai Uji RCCS-HTGR yang berfungsi sebagai sistem pendingin di celah antara dinding beton dan permukaan luar RPV HTGR yang memanfaatkan sirkulasi alam. Saat eksperimen untuk kondisi tunak perlu memahami laju perpindahan kalor pada bagian pemanas hingga ke ruang udara diluar RPV. Tujuan penelitian difokuskan pada perhitungan perpindahan kalor yang diterima oleh udara di dalam celah dari sumber kalor di permukaan brick pada HES. Kegiatan eksperimen dilakukan dengan memvariasikan temperatur HES untuk bagian HES-04, HES-05, HES-06, dan HES-07 pada variasi temperatur 300oC, 400oC dan 500oC dengan waktu eksperimen selama 3600 detik. Hasil eksperimen dan analisa pada Untai Uji RCCS-HTGR menyimpulkan bahwa pada kondisi tunak untuk variasi temperatur HES 300oC, 400oC, dan 500oC diperoleh data temperatur udara rata-rata pada saat kondisi tunak masing-masing 50,4oC dan 44,3oC, 41,7oC, dan 38,4oC. Hasil perhitungan perpindahan kalor secara berturut-turut adalah 1265 W, 1677 W, 2177 W. Sehingga, semakin tinggi temperatur HES semakin besar pula laju perpidahan kalor yang dihasilkan.
Kata kunci: RCCS, sistem pendingin pasif, Heating Element Segments, perpindahan kalor, HTGR