Abstak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Al
Qur’an Hadits di MI Azzein Bogor serta kurang optimalnya penerapan model pembelajaran
yang mampu meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap
peningkatan hasil belajar Al-Qur’an Hadits siswa kelas IV MI Azzein Bogor. Metode yang
digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi
experimental design). Sampel penelitian berjumlah 50 siswa yang terdiri atas dua kelas,
yaitu kelas eksperimen (IV-A) dan kelas kontrol (IV-B), masing-masing 25 siswa. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda berjumlah 30 soal yang diberikan
sebelum dan sesudah perlakuan (pretest dan posttest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat peningkatan signifikan pada kelas eksperimen yang menggunakan model
pembelajaran TSTS, dengan nilai rata-rata pretest 79,79 meningkat menjadi 87,20 pada
posttest dan nilai p-value 0,00023 < 0,05. Sementara itu, kelas kontrol yang menggunakan
metode konvensional mengalami peningkatan yang tidak signifikan dengan rata-rata nilai
pretest 74,56 menjadi 77,76 dan p-value 0,137 > 0,05. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TSTS berpengaruh positif dan
signifikan terhadap peningkatan hasil belajar Al-Qur’an Hadits siswa. Implikasi penelitian
ini menunjukkan bahwa guru disarankan untuk menggunakan model TSTS sebagai strategi
pembelajaran alternatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman, keaktifan, serta
karakter sosial siswa melalui kegiatan belajar yang interaktif dan kolaboratif.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Two Stay Two Stray, Hasil Belajar, Al-Qur’an Hadits.