Abstak
Faiar Shiddieq Nugraha
141104070034
Wacana gender mengalami perkembangan yang cukup berarti dan
mendapatkan sorotan dari setiap kalangan, termaksud dalam wilayah hukum dan
politik belakangan ini. Gambaran mengenai gender khususnya dalam ranah
hukum keluarga, menurut pandangan mereka syarat dengan nuansa ketidakadilan,
ketidak berpihakkan, dan cendrung mengunggulkan (mengangkat derajat) kaum
laki-laki (patriarkhis). Akibatnya, muncul dikotomi antara kaum pria dan kaum
wanita yang menganggap keduanya mempunyai perbedaan yang sangat jauh
dalam hal tertentu, sehingga yang paling diuntungkan adalah golongan patriarkhi.
Sedangkan kaum perempuan termarjinalisasikan oleh kepentingan-kepentingan
kaum laki-laki. Hal ini tentu Saja memberikan kesempatan kepada penulis untuk
mengkaji lebih lanjut terhadap hak dan kewajiban suami istri dalam kajian ilmu
fiqih yang kini dijadikan pedoman oleh keluarga muslim mayoritas di Indonesia.
Karena penelitian ini merupakan kajian kritis normatif, maka dalam
penelitian yang dilaksanakan ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data
literir atau library research (studi pustaka). Karna itu bahan buku yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu: Pertama, bahan buku sekunder yang bersifat primer,
yaitu bahan-bahan pustaka, seperti buku-buku yang berisikan pendapat para
ulama, pakar atau praktisi atau hal-hal yang berkaitan erat dengan pennasalahan
yang sedang dikaji. Kedua, bahan buku sekunder berupa bahan yang diperoleh
dari artikel, jumal, dan internet yang memiliki relevansi dengan permasalahan
yang menjadi obyek kajian penelitian. Kama pembahasan fokus mengenai hak
dan kewajiban suami istri, maka disini penulis akan mewarnai penelitian ini
dengan isu gender di dalam hak dan kewajiban suami istri yang nantinya
dimaksudkan sebagai pendukung dalam menyusun ketajaman analisis.
Berdasarkan kepada hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa
dalam perspektif Islam, maka konsep pembagian peran antara laki-laki dan
perempuan, bukanlah konsep budaya yang bisa dipertukarkan. Tetapi, Islam
memberikan keleluasaan antara suami istri untuk berbagi tugas dan saling tolong
menolong diantara mereka untuk menjalani kehidupan yang baik. Bisa saja suami
mengasuh anak, dan istrinya bekerja. Bisa saja suami tinggal di rumah, sementara
istrinya aktif berbisnis. Tetapi, yang penting, istri menyadari statusnya sebagai
istri dan tetap menghormati suaminya sebagai pemimpin rumah tangga. Karena
itulah, dalam memilih suami, pilihlah yang mampu menjadi imam yang baik.
Sebab, memang laki-laki diberi amanah dan kewajiban yang berat sebagai
pemtmpin.
Kata Kunci: Gender, Hak dan Kewajiban, Suami dan Istri, Kajian Fiqih
Gender discourse has experienced significant developments and is getting
the spotlight from every circle, meaning in recent jurisdiction and politics. The
description of gender especially in the realm of family law, according to their
view of conditions with nuances Of injustice, impartiality, and tend to favor the
(patriarchal) men. As a result, there emerges a dichotomy between men and
women who consider them to have a great deal of difference in certain respects, so
that the most benefited are the patriarchal groups. While women are marginalized
by the interests of men. This of course provides an opportunity for the writer to
examine further on the rights and obligations of husband and wife in the study of
the science of jurisprudence which is now used as a guideline by the majority
Muslim families in Indonesia.
Because this research is a normative critical study, then in this research
conducted, the author uses the technique of collecting data literary or library
research (strudi library). Because the book material used in this study are: First,
the secondary book material that is primary, ie library materials, such as books
containing opinions of scholars, experts or practitioners or things that are closely
related to the problems that are being reviewed. Second, secondary book material
in the form of material obtained from articles, journals, and internet that has
relevance to the problems that become the object of research studies. Because of
the focus on the rights and obligations Of husband and wife, the writer will color
this research with gender issues in the rights and obligations of husband and wife
which will be intended as a supporter in preparing the Sharpness of analysis.
Based on the results of research, it can be concluded that in the perspective
of Islam, the concept of the division of roles between men and women, is not a
cultural concept that can be exchanged. However, Islam provides the freedom
between husband and wife to share duties and help each other among them to live
a good life. It could be a parenting husband, and his wife works. It could be a
husband staying at home, while his wife is active in business. But, importantly,
the wife realized her status as a wife and remained respectful of her husband as a
household leader. Therefore, in Choosing. ahusband, choose who can be a good
priest. Because, indeed men are given a mandate and a heavy duty as a leader.
Keyword: Gender. Rights and Obligations. Husband and Wife, Studies Of
Fiqih