Abstak
EVALUASI KINERJA OPERASIONAL ANGKUTAN JABODETABEK
AIRPORT CONNEXION KABUPATEN BOGOR (STUDI KASUS DI
KAWASAN CIBINONG CITY MALL) Pertumbuhan ekonomi dan
peningkatan mobilitas penduduk di wilayah Jabodetabek menuntut tersedianya
sistem transportasi yang efisien dan andal, khususnya dalam menunjang
konektivitas menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Salah satu moda
transportasi yang berkembang untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah
layanan bus Jabodetabek Airport Connexion (JAC). Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi kinerja operasional layanan bus JAC pada rute Cibinong City Mall
(CCM) – Bandara Soekarno-Hatta, dengan menggunakan beberapa indikator
kinerja, yaitu load factor, headway (waktu antara), kecepatan perjalanan, serta
ketersediaan armada. Pengumpulan data dilakukan melalui survei statis dan
dinamis yang dilaksanakan selama beberapa hari pengamatan. Hasil evaluasi
menunjukkan bahwa berdasarkan standar yang ditetapkan dalam regulasi
pemerintah, nilai load factor pada rute tersebut belum mencapai batas minimal
70%, yang mencerminkan rendahnya tingkat pemanfaatan kapasitas angkut bus.
Dari sisi headway, rute keberangkatan dari CCM menuju bandara telah memenuhi
standar yang ditetapkan operator, namun pada rute kepulangan dari bandara,
headway bus masih melebihi batas yang diizinkan. Selain itu, kecepatan rata-rata
perjalanan pada rute pulang juga belum memenuhi ketentuan kecepatan minimum
yang disyaratkan. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa diperlukan
perbaikan dan optimalisasi dalam aspek pengelolaan operasional, agar layanan
JAC dari dan menuju kawasan Kabupaten Bogor dapat berjalan lebih efektif serta
sesuai dengan standar pelayanan minimum yang berlaku.
Kata kunci: transportasi, Jabodetabek Airport Connexion (JAC), kinerja
operasional, load factor, headway, kecepatan perjalanan, Bandara
Soekarno-Hatta