Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an
santri melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams
Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran ilmu tajwid. Subjek penelitian
adalah 20 santri Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Bogor. Penelitian ini
merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus
menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi empat tahapan
berulang, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pendekatan yang
digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa
observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan model STAD mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an
santri secara bertahap dan signifikan. Pada siklus I, ketuntasan belajar santri baru
mencapai 35?ngan rata-rata nilai 68,1 dan tingkat keaktifan santri sebesar 60%.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar santri masih mengalami kesulitan
memahami materi dan kurang aktif dalam pembelajaran. Pada siklus II terjadi
peningkatan ketuntasan belajar menjadi 70%, dengan rata-rata nilai meningkat
menjadi 78,7 dan keaktifan santri mencapai 75%. Sementara itu, pada siklus III
ketuntasan belajar mencapai 90%, dengan rata-rata nilai sebesar 82,1 dan keaktifan
santri meningkat menjadi 85%. Dengan demikian, penerapan model STAD secara
konsisten dan terstruktur terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan
membaca Al-Qur’an santri, baik dari segi pemahaman materi maupun partisipasi
aktif dalam proses pembelajaran. Model ini dapat menjadi alternatif strategi
pembelajaran yang aplikatif dan relevan dalam konteks pembelajaran tajwid di
lingkungan pesantren.
Kata kunci: Model STAD, Membaca Al-Quran, Ilmu Tajwid