Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan PSAK 409,
dampak dan tantangan yang dihadapi oleh lembaga dalam penyajian laporan
keuangan, adapun relevansi dan pemahaman terhadap PSAK 409 untuk
meningkatkan pemahaman dan penerapan di lapangan. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah memakai data kualitatif yang diperoleh melalui
observasi dan wawancara dengan Ketua dan bagian Keuangan Umum. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa LAZ Persis KL Kota Bogor belum sepenuhnya
menerapkan PSAK 409 dalam pencatatan keuangannya lembaga hanya
menggunakan 4 (empat) dari 6 (enam) komponen penyajian laporan keuangan
sesuai PSAK 409, laporan keuangan yang disajikan terdiri dari laporan transaksi
rekap/laporan cashflow, laporan sumber dan penggunaan dana/laporan laba-rugi,
laporan perubahan ekuitas/laporan perubahan saldo dan laporan posisi keuangan
(neraca). Didalam penyajian laporan keuangan LAZ Persis KL menggunakan
metode case basis.
Kata kunci : PSAK 409, Laporan Keuangan