Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji, membuktikan, dan menganalisis secara
empiris kontribusi likuiditas dan kebijakan leverage terhadap tingkat kepatuhan
perpajakan perusahaan, serta menakar kapabilitas ukuran perusahaan dalam
memoderasi kedua hubungan tersebut. Populasi sasaran dalam penelitian ini
mencakup seluruh emiten industri Beverages & Processed Foods yang terdaftar
secara resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada rentang periode pengamatan tahun
2021–2025. Teknik penarikan sampel dilakukan melalui metode purposive
sampling untuk memperoleh unit pengamatan yang representatif. Metode analisis
data yang diaplikasikan adalah analisis regresi data panel yang diolah menggunakan
pendekatan Common Effect Model (CEM) serta Moderated Regression Analysis
(MRA). Hasil estimasi statistik menunjukkan bahwa secara parsial, komponen
likuiditas (Current Ratio) mencatatkan koefisien berarah negatif namun tidak
berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan perpajakan (Cash Effective Tax
Rate/CETR). Kondisi ini mengindikasikan bahwa ketersediaan aset lancar yang
aman cenderung membuat manajemen bertindak pruden tanpa terdorong
melakukan rekayasa pajak yang ekstrem. Sebaliknya, kebijakan leverage (Debt to
Asset Ratio) terbukti menghasilkan koefisien berarah positif namun juga tidak
berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan perpajakan, yang mencerminkan bahwa
alokasi utang emiten sampel murni digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis
dan sirkulasi operasional secara wajar, alih-alih sebagai instrumen perencanaan
pajak. Sementara itu, hasil pengujian interaksi mengonfirmasi bahwa ukuran
perusahaan tidak memiliki kapabilitas fungsional sebagai variabel pemoderasi, baik
dalam hubungan antara likuiditas terhadap kepatuhan perpajakan maupun pada
hubungan antara leverage terhadap kepatuhan perpajakan. Dimensi skala aset
korporasi tidak bertindak sebagai conditioning factor yang mampu mengintervensi
atau mengubah pengaruh kinerja keuangan terhadap komitmen pemenuhan
kewajiban fiskal emiten kepada negara.
Kata Kunci: Kepatuhan Perpajakan, Leverage, Likuiditas, Ukuran Perusahaan.