Abstak
ABSTRAK
Ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar berbasis fosil seperti
minyak tanah dan gas bumi (LPG) masih tinggi seiring bertambahnya populasi
manusia. Oleh karena itu untuk mengatasi kebutuhan yang tinggi bahan bakar
biomassa dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar
fosil disebabkan karena biomassa merupakan sumber energi terbaharukan dan
memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan bahan bakar non-padat.
Penelitian ini menggunakan kompor biomassa dengan variasi lubang yang
berbeda yaitu adalah 84 lubang, 98 lubang, 112 lubang. Sedangkan bahan bakar
yang di gunakan adalah pellet kayu dari serbuk gergaji dengan massa yang
berjumlah 500 gram. Metode penelitian yang digunakan adalah water boiling test
(WBT), untuk mendapatkan nilai efisiensi termal dari 3 variasi jumlah lubang.
Hasil penelitian kompor biomassa ini diperoleh data waktu startup, lama waktu
menyala dan efisiensi termal. Waktu yang dibutuhkan untuk penyalaan atau
Startup adalah 2,52 menit untuk variasi 84 lubang, 2,55 menit untuk variasi 98
lubang dan 3,07 menit untuk variasi 112 lubang. Sedangkan waktu api menyala
paling lama adalah 30,36 menit untuk variasi 84 lubang, kemudian waktu 28,43
menit untuk variasi 98 lubang dan 26,20 menit untuk variasi 112 lubang. Untuk
efisiensi termal dengan presentase paling tinggi adalah 51% untuk variasi 84
lubang, 49% untuk variasi 98 lubang dan 48% untuk variasi 112 lubang. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa suplai udara yang lebih dalam proses
pembakaran dapat menyebabkan nilai efisiensi termal rendah.
Kata kunci : efisiensi termal, pelet biomassa, kompor biomassa.