Abstak
Deby Febriyani
221107012401
Burnout merupakan masalah psikologis yang sering dialami perawat akibat
tingginya tuntutan pekerjaan, beban kerja, serta tekanan dalam memberikan
pelayanan kesehatan. Kondisi lingkungan kerja yang kurang sesuai dapat
meningkatkan risiko burnout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara Areas of Worklife dengan burnout pada perawat ruang rawat inap di Rumah
Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Bogor Tahun 2026. Penelitian
ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional.
Populasi penelitian berjumlah 99 perawat ruang rawat inap dengan sampel
sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling.
Instrumen yang digunakan adalah Areas of Worklife Survey (AWS) untuk
mengukur areas of worklife dan Maslach Burnout Inventory-Human Services
Survey (MBI-HSS) untuk mengukur burnout. Analisis data dilakukan secara
univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan
95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden
mempersepsikan areas of worklife dalam kategori sesuai, yaitu workload (62%),
control (74%), reward (86%), community (88%), fairness (58%), dan values (74%).
Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara
community dengan burnout dimensi depersonalization (p=0,02; OR=10,71;
95%CI=1,14–100,52), fairness dengan burnout dimensi emotional exhaustion
(p=0,01; OR=5,23; 95%CI=1,40–19,42), dan fairness dengan burnout dimensi
depersonalization (p=0,003; OR=6,22; 95%CI=1,77–21,92).Disimpulkan bahwa
dimensi community dan fairness merupakan faktor areas of worklife yang
berhubungan dengan burnout pada perawat ruang rawat inap. Manajemen rumah
sakit disarankan untuk meningkatkan kualitas hubungan kerja antar staf melalui
komunikasi yang efektif dan kerja sama tim, serta menciptakan sistem kerja yang
lebih adil melalui pembagian beban kerja yang proporsional dan penjadwalan dinas
yang transparan guna mencegah burnout pada perawat.
Kata Kunci: Areas of Worklife, Burnout, Perawat, Emotional Exhaustion,
Depersonalization.
Burnout is a psychological problem commonly experienced by nurses due
to high job demands, workload, and pressure in providing healthcare services. An
unfavorable work environment may increase the risk of burnout. This study aimed
to determine the relationship between Areas of Worklife and burnout among
inpatient nurses at Dr. M. Goenawan Partowidigdo Pulmonary Hospital (RSPG)
Bogor in 2026. This study employed an analytical observational design with a
cross-sectional approach. The population consisted of 99 inpatient nurses, with 50
respondents selected using simple random sampling. Data were collected using the
Areas of Worklife Survey (AWS) to measure worklife areas and the Maslach
Burnout Inventory-Human Services Survey (MBI-HSS) to assess burnout. Data
were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at
a 95% confidence level. The results showed that most respondents perceived their
worklife areas as appropriate, including workload (62%), control (74%), reward
(86%), community (88%), fairness (58%), and values (74%). Chi-Square analysis
revealed significant relationships between community and depersonalization
burnout (p=0.02; OR=10.71; 95%CI=1.14–100.52), fairness and emotional
exhaustion burnout (p=0.01; OR=5.23; 95%CI=1.40–19.42), and fairness and
depersonalization burnout (p=0.003; OR=6.22; 95%CI=1.77–21.92). In
conclusion, community and fairness were significantly associated with burnout
among inpatient nurses. Hospital management is recommended to improve the
quality of interpersonal relationships among staff through effective communication
and teamwork, as well as to establish a fairer work system by ensuring an equitable
workload distribution and transparent work scheduling to help prevent burnout
among nurses.
Keywords: Areas of Worklife, Burnout, Nurses, Emotional Exhaustion,
Depersonalization.