Abstak
Penelitian mengenai fenomena sirkulasi alami menjadi penting dalam sistem
keselamatan pasif reaktor nuklir, terutama pasca insiden Fukushima Daiichi akibat
kegagalan pendingin aktif. Fasilitas eksperimental Untai Rektangular FASSIP-02
Ver.2 dirancang untuk menginvestigasi sirkulasi alami dan meningkatkan kinerja
sistem pendingin pasif pada reaktor nuklir. Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh data kerugian kalor pada tangki pemanas untuk mengetahui pengaruh
variasi daya pemanas terhadap perubahan energi termal pada tangki pemanas
selama kondisi tunak. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan
memvariasikan temperaturair pemanas dari temperatur (50oC, 60oC, 70oC). Hasil
menunjukkan korelasi positif antara temperatur rata-rata tangki WHT (TWHT) dan
laju aliran sirkulasi alami (Q). Peningkatan TWHT dari 50°C (Q rata-rata 29.34 LPM)
hingga 70°C (Q rata-rata 42.21 LPM). Fenomena ini didorong oleh penurunan
densitas fluida seiring kenaikan temperatur. Data eksperimen pada WHT
mengkonfirmasi hubungan linear antara temperatur setting dan laju aliran sirkulasi
alami. Kenaikan temperatur secara konsisten menghasilkan peningkatan debit aliran
yang dapat diprediksi melalui model regresi linear. Pada temperatur 50°C,
menunjukkan bahwa sistem masih mampu mempertahankan sebagian besar energi
panas. temperatur 60°C, rugi kalor meningkat menjadi 114,82 W. Nilai ini
menunjukkan bahwa sebagian energi panas mulai hilang lebih cepat ke lingkungan
walaupun masih dalam batas yang dapat diterima untuk efisiensi system, pada
temperatur 70°C, di mana rugi kalor meningkat hingga mencapai 566,82 W hal ini
mengindikasikan bahwa pada temperatur tinggi sistem mengalami peningkatan
kehilangan energi yang sangat signifikan.
Kata kunci: analisis, sistem pasif, sirkulasi alami, tanki pemanas, rugi kalor, Untai
Uji FASSIP-02 Ver.2, energi internal.