Abstak
Pembelajaran IPA masih sering didominasi oleh metode ceramah dan penggunaan media
dua dimensi yang kurang mampu memvisualisasikan konsep-konsep abstrak, khususnya
pada materi sistem pencernaan manusia. Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami
kesulitan dalam memahami materi secara mendalam serta belum optimal dalam
mengembangkan keterampilan proses sains. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality
(AR) menjadi salah satu alternatif yang dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih
konkret, interaktif, dan menarik bagi siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR), mengetahui
tingkat kelayakan media yang dikembangkan, serta menguji efektivitasnya dalam
meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas V SD/MI. Penelitian ini menggunakan
metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap
Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data dikumpulkan
melalui angket, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media
memperoleh kategori sangat valid dengan persentase validasi ahli materi sebesar 100%,
ahli bahasa sebesar 95,83%, dan ahli media sebesar 82,35%. Hasil uji kepraktisan
menunjukkan respons siswa yang sangat baik dengan persentase 91% pada uji perorangan
dan 89% pada uji kelompok kecil. Hasil uji Paired Samples t-Test pada kelas eksperimen
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa
penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality mampu meningkatkan
keterampilan proses sains siswa kelas V SD/MI. Dengan demikian, media pembelajaran
berbasis Augmented Reality dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan
keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran IPA.
Kata Kunci: Augmented Reality; Keterampilan Proses Sains; Media Pembelajaran;
Pembelajaran IPA; Sekolah Dasar