Abstak
Penelitian ini diawali oleh sebuah masalah yaitu masih banyak siswa yang
tidak merenungi ajaran agama yang disampaikan di kelas selama ini, karena belum
mampu mengamalkan dan membiasakannya di kehidupan sehari-hari. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kompetensi leadership guru PAI
dalam menciptakan budaya religius di SMPN 1 Cibungbulang, mengetahui budaya
religius yang sudah berkembang disana, dan mengetahui kendala yang dihadapi
guru PAI disana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian
kuantitatif dengan pendekatan korelasi/korelasional. Teknik pengambilan data
dilakukan dengan triangulasi teknik (observasi, angket/kuesioner, dan wawancara).
Adapun analisis data menggunakan korelasi product moment untuk mengetahui
interpretasi besarnya r product moment lalu dikuatkan dengan hasil wawancara.
Hasil dalam penelitian ini yaitu: (1) diperoleh hasil rxy sebesar 0,47 terletak pada
indeks 0,40-0,70. Maka, dengan demikian tedapat hubungan yang sedang atau
cukup antara kompetensi leadership guru PAI dan budaya religius. Kemudian
dengan melihat Tabel nilai “r” product moment ternyata dengan df sebesar 35, maka
taraf signifikan 5% diperoleh r Tabel = 0,325 sedangkan taraf 1% diperoleh 0,418.
Dengan demikian pada taraf signifikan 5% rxy = 0,47 > Tabel 0,325 dan taraf
signifikan 1% rxy = 0,47 > r Tabel 0,418, dengan demikian hipotesis alternatif (Ha)
diterima. (2) Kompetensi leadership guru PAI di SMPN 1 Cibungbulang dalam
kategori baik dengan jumlah hasil angket 43.7%. (3) Budaya religius di SMPN 1
Cibungbulang dalam kategori baik dengan hasil angket 41.7%, (4) Kendala yang
dihadapi Guru PAI yaitu: Masih ada beberapa anak yang belum bisa membaca Al
Qur’an. Maka Guru PAI sangat berperan penting dalam menciptakan budaya
religius di SMP Negeri 1 Cibungbulang.
Kata Kunci: Kompetensi Kepemimpinan, Guru PAI, Budaya Religius.