Abstak
ABSTRAK
Dalam kontruksi pemesinan banyak sekali ditemukan komponen-komponen yang berputar dan mekanisme yang menyebabkan momen-momen disekitar batang atau poros. Penelitian ini difokuskan pada variasi jarak penyangga serta bahan poros yang berbeda juga dengan 3 pembebanan benda uji. Metode penelitian ini menggunakan perhitungan manual dimana dengan 3 bahan uji dengan variasi jarak penyangga, dengan membandingkan model simulasi dengan hasil empiris yang menggambarkan grafik parameter proses yang diteliti. Didapat dari hasil pengujian pada poros alumunium pada jarak penyangga 60 cm nilai getaran terbesar terjadi pada sumbu x yaitu 17,8 mm/s dan nilai defleksi terbesar terjadi pada jarak 0,45 dengan berat 0,135 yaitu 0,044 m. Pada jarak penyangga 80 cm nilai getaran terbesar terjadi pada sumbu z yaitu 12,6 mm/s dan nilai defleksi terbesar terjadi pada jarak 0,6 dengan berat 0,135 yaitu 0,046 m . Pada jarak penyangga 100 cm nilai getaran terbesar terjadi pada sumbu z yaitu 14,9 dan nilai deflesi terbesar terjadi pada jarak 0,75 dengan berat 0,135 yaitu 0,088 m. Pengujian pada poros stainless steel pada jarak penyangga 60 cm nilai getaran terbesar terjadi pada sumbu z yaitu 24,1 mm/s dan mulai deflesi terbesar terjadi pada jarak 0,45 dengan berat 0,135 yaitu 0,0037 m. Pada jarak penyangga 80 cm nilai getaran terbesar terjadi pada sumbu x yaitu 22,6 mm/s dan nilai deflesi terbesar terjadi pada jarak 0,6 dengan berat 0,011 yaitu 0,046 m. Pada jarak penyangga 100 cm nilai getaran terbesar terjadi pada sumbu z yaitu 14,2 mm/s dan nilai deflesi terbesar terjadi pada jarak 0,75 dengan berat 0,0135 yaitu 0,057 m. Pengujian pada poros tembaga pada jarak penyangga 60 cm nilai getaran terbesar terjadi pada sumbu x yaitu 20 mm/s dan nilai deflesi terbesar terjadi pada jarak 0,45 dengan berat 0,135 yaitu 0,0032 m. Pada jarak penyangga 80 cm nilai getaran terbesar terjadi pada sumbu x yaitu 15 mm/s dan nilai deflesi terbesar terjadi pada jarak 0,6 dengan berat 0,135 yaitu 0,017 m. Pada jarak penyangga 100 cm nilai getaran terbesar terjadi pada sumbu x yaitu 12 mm/s dan nilai deflesi terbesar terjadi pada jarak 0,75 dengan berat 0,135 yaitu 0,119 m
Kata kunci : bearing, deflesi, getaran, poros, putaran kritis, tembaga, alumunium