Abstak
LUSI ZAHROTUN NAJWIBAH
12214411502
Pengelolaan zakat tidak terbatas pada penghimpunan dana dari muzaki
yang kemudian didistribusikan secara proporsional kepada mustahiq saja, akan
tetapi ada peran Amilin sebagai badan intermediasi yang dituntut memiliki tata
kelola yang baik, profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan
kinerjanya. Indikator efisiensi adalah salah satu cara untuk mengetahui seberapa
efisien tata kelola sebuah institusi diukur. Penelitian ini bertujuan
untuk mengukur tingkot efisiensi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di Indonesia
selama periode 2009-2014 dengan ketentuan input diantaranya biaya operasional (x1), biaya personalia (x2), dan biaya sosialisasi (x3), sedangkan ketentuan output
penerimaan zakat (y1) dan penyaluran dana (y2). Hasil penelitian menuniukkan
bahwa dari 22 DMU hanya ada 9 DMu yang berada pada kondisi constant, 13
DMU pada kondisi increasing. Adapun RZI dan Dompet Dhuafa adalah OPZ
yang belum efisien. Maka, ketiga OPZ tersebut disarankan untuk melihat
potential improvement guna mengetahui seberapa besar input dikurangi. Rata-
rata potential improvement bagi OPZ yang tidak efisien adalah Biaya personalia
sebesar 20, I3 %, biaya personalia 20, 24 %, dqn biaya sosialisasi 26, 35%.
Kata kunci: OPZ, Efisiensi, Data Envelopment Analysis