Abstak
Penerapan sistem keamanan pangan di industri pangan skala mikro masih
menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan pengetahuan hingga
minimnya sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya
keamanan pangan di Pabrik Tempe Cibucil dengan pendekatan prinsip Hazard
Analysis Critical Control Point (HACCP). Metode yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam,
observasi langsung, serta studi literatur. Informan dalam penelitian terdiri dari
pemilik, pekerja, dan pedagang yang terlibat dalam rantai produksi dan distribusi
tempe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi masih dilakukan
secara tradisional dan belum dilengkapi dengan standar operasional prosedur
keamanan pangan maupun dokumentasi keamanan pangan. Potensi bahaya fisik,
biologi, dan kimia ditemukan hampir di seluruh tahapan proses produksi, mulai dari
perebusan, perendaman, hingga pengemasan dan distribusi. Bahaya tersebut antara
lain disebabkan oleh kebiasaan pekerja merokok, tidak menggunakan alat
pelindung diri, penggunaan bahan kemasan yang tidak dibersihkan, serta
keberadaan vektor seperti lalat dan kecoa. Penelitian ini memberikan rekomendasi
berupa tindakan pencegahan berdasarkan prinsip HACCP serta penyesuaian
terhadap regulasi nasional seperti UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan
Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan.
Diharapkan hasil penelitian ini menjadi dasar pembinaan UMKM pangan agar lebih
siap menerapkan sistem keamanan pangan secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Keamanan pangan, HACCP, Identifikasi Bahaya, Tempe
Bahan Bahasan: Jurnal 22, Buku 5, Tesis 1, Berita 1