Abstak
Latar belakang dalam penelitian ini adalah fenomena dalam masyarakat
saat ini memperlihatkan bahwa secara umum hasil pembelajaran agama di
sekolah belum memuaskan banyak pihak, dan bahkan dinilai gagal. Pendidikan
Agama Islam masih terkesan berorientasi pada aspek pengalaman ajaran agama
saja. Sehingga pada realita sekarang tidak sedikit kekerasan, pelecehan seksual,
penipuan, dan kriminal lainnya itu terjadi di lingkungan pendidikan. Selain itu,
permasalahan lain yang terjadi di lingkungan sekolah adalah kurangnya kesadaran
siswa akan kewajiban ibadah. Karena tidak sedikit peserta didik yang enggan
mengikuti kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di sekolah.
Rumusan masalah dan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui apa saja budaya religius yang sudah berkembang, peran leadership
guru PAI dalam menciptakan budaya religius, dan kendala yang dihadapi guru
PAI dalam menciptakan budaya religius di SMP Negeri 1 Citeureup. Dalam
penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif. Karena data penelitiannya
berupa angka-angka yang dianalisis menggunakan statistik. Teknik pengambilan
sampel menggunakan Random Sampling yaitu subjek lebih dari 100 orang yang
berjumlah 348 siswa/siswi kelas VIII yaitu dengan sampel 55 siswa/siswi yang
dijadikan responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi
teknik (observasi, angket/kuesioner, dan wawancara). Adapun analisis data
menggunakan korelasi product moment untuk menegtahui interprestasi besarnya r
product moment lalu dikuatkan dengan hasil wawancara.
Hasil yang diperoleh yaitu: (1) maka diperoleh hasil rxy sebesar 0,63
tereletak pada indeks 0,40-0,70. Maka , dengan demikian diperoleh hasil bahwa
tedapat hubungan yang sedang atau cukup antara variabel X dan variabel Y. ini
berarti, bahwa peran leadership guru PAI dalam menciptakan budaya religius di
SMP Negeri 1 Citeureup adalah baik. Kemudian dengan melihat Tabel nilai “r”
Product moment ternyata dengan df sebesar 53, maka taraf signifikan 5%
diperoleh r Tabel = 0,266 sedangkan taraf 1% diperoleh 0,345. Dengan demikian
pada taraf signifikan 5% rxy = 0,63 > Tabel 0,266 dan taraf signifikan 1% rxy =
0,63 > r Tabel 0,345, berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima. (2) Budaya religius
yang sudah berekembang di SMP Negeri 1 Citeureup adalah budaya 5S (senyum,
sapa, salam, sopan, santun). (3) kendala yang dihadapi guru PAI di SMP Negeri 1
Citerureup adalah masih banyak siswa yang belum mengenal huruf dan belum
bisa membaca al-qur’an, sarana prasarana (tempat ibadah) yang kurang memadai.
Kata Kunci: Kompetensi Leadership, Budaya Religius