Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS AGAMA ISLAM
Program Studi KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Judul REPRESENTASI KEKERASAN VERBAL ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM DRAMA KOREA JUVENILE JUSTICE DAN FILM NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI : PERSPEKTIF KOMUNIKASI ISLAM
Tahun 2026
Tanggal Input 24 Sep 2026, 14.53



Abstak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kekerasan verbal orang tua
terhadap anak, baik di Indonesia maupun di Korea Selatan, yang kerap dianggap
wajar dalam praktik pengasuhan meskipun berdampak serius terhadap kesehatan
mental anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kekerasan
verbal orang tua terhadap anak dalam drama Korea Juvenile Justice episode 6 dan
film Indonesia Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini menurut perspektif komunikasi
Islam, serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan representasi kekerasan
verbal orang tua terhadap anak pada kedua karya audiovisual tersebut menurut
perspektif komunikasi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan studi komparatif dan metode analisis semiotika John Fiske yang
mencakup tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi, yang
selanjutnya dimaknai dengan prinsip-prinsip komunikasi Islam. Data primer
diperoleh melalui observasi digital terhadap kedua karya, sedangkan data sekunder
diperoleh dari studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama Juvenile
Justice merepresentasikan kekerasan verbal secara eksplisit melalui tindakan tokoh
ayah yang membentak, mengancam, dan melabeli negatif anaknya, yang
dilatarbelakangi ideologi Konfusianisme dan pola asuh otoriter. Sementara itu, film
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini merepresentasikan kekerasan verbal secara lebih
implisit melalui perkataan tokoh ayah yang membandingkan, menyalahkan, dan
menolak pendapat anak-anaknya, yang berkaitan dengan kolektivisme keluarga,
hierarki, dan parentifikasi. Kedua karya memiliki persamaan dalam menempatkan
orang tua sebagai pihak dominan dan anak sebagai pihak tertekan, namun berbeda
pada tingkat eksplisitas dan ranah kekerasan yang ditampilkan; ditinjau dari
perspektif komunikasi Islam, kedua bentuk kekerasan verbal tersebut sama-sama
menyimpang dari prinsip qaulan ma'rufan, qaulan layyina, dan qaulan kariman yang
dianjurkan dalam membangun komunikasi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan
rahmah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekerasan verbal orang tua terhadap
anak dapat muncul secara eksplisit maupun implisit, tergantung pada relasi kuasa
dan nilai budaya yang melatarbelakangi hubungan keluarga. Penelitian ini
diharapkan memberi kontribusi bagi pengembangan keilmuan Program Studi
Komunikasi dan Penyiaran Islam, khususnya dalam memperkaya kajian
komunikasi keluarga Islami serta pemanfaatan perspektif komunikasi Islam untuk
membaca representasi media audiovisual seperti drama dan film..

Kata Kunci: Kekerasan Verbal, Representasi, Semiotika John Fiske, Drama Korea,
Film Indonesia, Analisis Komparatif.


Preview