Abstak
Dhaifullah Rafi Alhakim
221107012471
Angka kecelakaan kerja di Indonesia masih menunjukkan tren peningkatan, di
mana tindakan tidak aman (unsafe action) menjadi kontributor utama sebesar 88?ri total kasus. Di sektor industri rumah tangga seperti pabrik tahu, risiko
kecelakaan kerja sering kali terabaikan akibat kurangnya pengawasan dan
kesadaran K3. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
berhubungan dengan tindakan tidak aman pada pekerja di Pabrik Tahu X, di
Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain
studi cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja di Pabrik Tahu X
di Kabupaten Bogor Tahun 2026 yang berjumlah 40 orang, dengan teknik
pengambilan sampel total (total sampling). Data dikumpulkan melalui pengisian
lembar kuesioner terstruktur yang mencakup variabel pengetahuan, sikap, motivasi,
ketersediaan alat pelindung diri (APD), dan tindakan tidak aman. Analisis data
dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (alpha = 0,05).
Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas pekerja (60%) melakukan
tindakan tidak aman pada kategori tinggi. Analisis bivariat mengungkapkan adanya
hubungan yang signifikan antara semua variabel independen dengan tindakan tidak
aman, yaitu: pengetahuan (p=0,027; OR=10,714), sikap (p=0,032; OR=5,343),
motivasi (p=0,003; OR=11,667), dan ketersediaan APD (p=0,050; OR=4,886).
Motivasi merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat terhadap tindakan
tidak aman. Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, motivasi, dan
ketersediaan APD dengan tindakan tidak aman pada pekerja Pabrik Tahu X di
Kabupaten Bogor Tahun 2026. Disarankan kepada pemilik usaha untuk
meningkatkan pengawasan K3, menyediakan APD yang layak, serta memberikan
edukasi dan apresiasi secara berkala guna menumbuhkan budaya kerja yang aman
bagi pekerja.
Kata Kunci: Tindakan Tidak Aman, Pengetahuan, Sikap, Motivasi, APD.
Work accident rates in Indonesia continue to show an increasing trend, with unsafe
actions being the primary contributor, accounting for 88% of total cases. In the
cottage industry sector, such as tofu factories, the risk of work accidents is often
overlooked due to a lack of supervision and Occupational Health and Safety (OHS)
awareness. This study aims to analyze the factors related to unsafe actions among
workers at Tofu Factory X in Bogor Regency, 2026. This study employed a
quantitative method with a cross-sectional study design. The research population
consisted of all 40 workers at Tofu Factory X in Bogor Regency, 2026, using a total
sampling technique. Data were collected through observations and structured
questionnaires covering variables of knowledge, attitude, motivation, availability
of personal protective equipment (PPE), and unsafe actions. Data analysis was
performed univariately and bivariately using the Chi-Square test (alpha = 0.05).
Univariate analysis results showed that the majority of workers (60%) performed
unsafe actions in the high category. Bivariate analysis revealed a significant
relationship between all independent variables and unsafe actions: knowledge
(p=0.027; OR=10.714), attitude (p=0.032; OR=5.343), motivation (p=0.003;
OR=11.667), and PPE availability (p=0.050; OR=4.886). Motivation was found to
be the factor with the strongest relationship to unsafe actions. There is a significant
relationship between knowledge, attitude, motivation, and PPE availability with
unsafe actions among Tofu Factory X in Bogor Regency, 2026 workers. It is
recommended that business owners enhance OHS supervision, provide adequate
PPE, and offer regular education and appreciation to foster a safe work culture for
employees.
Keywords: Unsafe Action, Knowledge, Attitude, Motivation, PPE.