Abstak
Mutia Rabbani
191107011093
Dismenore menjadi masalah kesehatan paling umum terjadi pada wanita di usia reproduksi salah satunya remaja, dimana rasa nyeri yang dirasakan dapat menurunkan produktifitas remaja, kualitas hidup serta menghambat aktivitas sosial remaja putri, memaksa remaja untuk beristirahat yang berdampak pada kinerja dan berkurangnya aktifitas sehari-hari. Hal yang dapat dilakukan dalam menghadapi dismenore adalah memberikan penanganan yang baik yang dimulai dengan memperluas pengetahuan serta memahami bagaimana kita harus menyikapi dismenore secara tepat. Dengan begitu penelitian ini disusun bertujuan untuk
menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap dengan tindakan penanganan dismenore pada Remaja Putri di SMA Kosgoro Kota Bogor. Metode penelitian kuantitatif yang digunakan adalah deskriptif dengan desain studi cross-sectional¸ jumlah populasi sebanyak 306 remaja putri. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan besar sampel disesuaikan dengan kriteria inklusi serta eksklusi yaitu 132 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner yang telah dilakukan uji validitas terlebih dahulu. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square, jenis data berupa kategorik. Hasil uji statistik menghasilkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dan penanganan dismenore (p-value 0,000) dengan derajat dismenore sebagai konfonding dan hubungan antara sikap (0,034) dengan penanganan dismenore dan usia menarche menjadi konfonding. Dengan begitu dinyatakan hipotesis (Ho) ditolak, karena p-value yang dihasilkan <0,05.
Kata kunci: Dismenore, Pengetahuan, Sikap, Remaja