Abstak
Luthfiyah Rahimah Kastella
141104110907
Berdasarkan catatan sejarah di Papua adalah agama Islam menjadi agama pertama kali masuk
di negeri itu, atas dakwah yang dilakukan Iskandar Syah atas perintah Iskandar Muda dari
Samudera Pasai, mereka masuk ke solok Malaysia, solok Filipina dan turun di Tidore, lalu mereka masuk ke Irian. Jauh sebelumnya agama Islam sudah hadir di Papua pada abad ke-XV, dan ini tidak diceritakan kepada kawasan Timur dan Barat Indonesia, sedangkan agama Kristen masuk ke Papua pada pertengahan abad ke-XIX (tanggal 5 Februari 1885) atas jasa Sultan Tidore. Ketika bertemu dengan Raja Kriskris, Iskandar Syah mengatakan kalau kalian mau maju dan sejahtera, kalian harus mengenal “Alif Lam Lam Ha, Mim Ha Mim Dal” ini adalah gabungan dari kalimat syahadat. Alif Lam Lam Ha adalah Allah dan Mim Ha Mim Dal adalah Muhammad SAW.
Dan beberapa kondisi masyarakat yang ada di tanah Papua, dimanfaatkan para pedagang muslim yang singgah untuk menyebarkan Islam pada warga sekitar pesisir, diantaranya: (1) Saluran Perdagangan, (2) Saluran Perkawinan, (3) Saluran Pendidikan, (4) Saluran Kesenian, (5) Saluran Politik, dan (6) Melalui Tasawuf. Saluran islamisasi melalui perdagangan sangat menguntungkan, karena para raja dan bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan, bahkan mereka menjadi pemilik kapal dan saham. Kemudian, dari sudut ekonomi, para pedagang Muslim memiliki status sosial yang lebih baik daripada kebanyakan pribumi, sehingga penduduk pribumi, terutama putri bangsawan, tertarik untuk menjadi istri para saudagar. Sebelum menikah, mereka diislamkan terlebih dahulu. Setelah mempunyai keturunan, lingkungan mereka semakin luas, sehingga muncul kampung, daerah, dan kerajaan Muslim.
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah kualitatif, metode pengambilan data yang
digunakan yaitu dokumentasi dan library research. Kemudian, islamisasi juga dilakukan melalui
pendidikan, baik pesantren maupun pondok pesantren yang diselenggarakan oleh guru agama, kiai, dan ulama. Lalu, saluran islamisasi melalui kesenian yang paling terkenal adalah seni bangunan beberapa kitab yang tersimpan disana, dan kesenian lainnya yang dijadikan alat islamisasi yaitu sastra, shalawat, seni ukir. Dan terakhir, saluran politik sangat membantu penyebaran Islam, karena demi kepentingan politik, kerajaan-kerajaan Islam memerangi kerajaan-kerajaan nonislam. Kemenangan kerajaan Islam secara politis banyak menarik penduduk kerajaan bukan Islam untuk masuk Islam.
Kata Kunci : Islamisasi, Penyebaran Islam, Tanah Papua.