Abstak
Anemia adalah kondisi sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal (<
11g/dL). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan,
tingkat pengetahuan, kepatuhan konsumsi TTD, pola konsumsi protein hewani dan
pola konsumsi telur dengan kejadian anemia gizi besi pada ibu hamil. Penelitian
dilakukan dengan metode cross sectional pada populasi sebanyak 427 ibu hamil.
Populasi dari penelitian ini berjumlah 427 ibu hamil dan besar sampel sebanyak 82
ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random
sampling. Data yang dikumpulkan meliputi status anemia, karakteristik responden,
pendapatan, pengetahuan, kepatuhan konsumsi TTD, pola konsumsi protein hewani
dan pola konsumsi telur menggunakan kuesioner dan pengukuran kadar Hb.
Hasil penelitian menunjukkan 41,5% ibu hamil mengalami anemia gizi besi. Hasil
analisis bivariat menggunakan chi-square menunjukkan bahwa faktor yang
berhubungan dengan kejadian anemia gizi besi adalah tingkat pendapatan (p
0,000), tingkat pengetahuan (p-0,001), kepatuhan konsumsi TTD (p-0,002) dan
pola konsumsi telur (p-0,027).
Pendapatan, pengetahuan, konsumsi TTD dan pola konsumsi telur adalah faktor
yang memiliki kontribusi pada kejadian anemia gizi besi pada ibu hamil. Perlu
dilakukan pemberdayaan tenaga kesehatan dan ibu hamil, kerjasama lintas sektoral
dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia gizi besi pada ibu hamil.
Kata kunci : Anemia, pendapatan, pengetahuan, konsumsi TTD, pola konsumsi
telur.