Abstak
STUDI EVALUASI KINERJA ANGKUTAN KOTA DI KOTA
BOGOR TAHUN 2017 ( Studi Kasus: Trayek Angkutan Kota 03, 10 dan 15
Transportasi merupakan kegiatan yang berperan sebagai urat nadi pembangunaan
dan perekonomian suatu daerah. Kondisi di Kota Bogor dapat dilihat dari adanya
berbagai titik kemacetan didalam kota Bogor pada beberapa ruas jalan, serta
banyaknya angkutan kota yang beroperasi, ada banyak angkutan kota yang
beroperasi di Kota Bogor namum untuk rute trayek 03 (Terminal Bubulak –
Baranangsiang), 10 (Bantar Kemang – Terminal Merdeka) dan 15 (SBJ –
Terminal Merdeka) merupakan trayek yang melayani lokasi strategis seperti
beberapa fasilitas umum serta CBD (Central Businnes Distric). Untuk itulah perlu
adanya evaluasi dalam beberapa tahun untuk kondisi yang lebih baik, dengan
menggunakan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Umum Di wilayah
Perkotaan dalam trayek Tetap dan Teratur untuk penentuan jumlah armada
angkutan kota serta SK Dirjen 687/2002 untuk mengetahui kinerja angkutan kota.
Dengan berpedoman pada kedua peraturan tersebut didapatkan hasil kinerja
pelayanan angkutan umum pada trayek 03 (Terminal Bubulak – Baranangsiang),
10 (Bantar Kemang – Terminal Merdeka) dan 15 (SBJ – Terminal Merdeka)
kurang baik. Kebutuhan jumlah angkutan umum pada trayek 03 (Terminal
Bubulak – Baranangsiang) sebesar 198 unit, 10 (Bantar Kemang – Terminal
Merdeka) sebesar 16 unit dan 15 (SBJ – Terminal Merdeka) sebesar 111 unit.
Berdasarkan hasil evaluasi diberikan rekomendasi diantaranya: jumlah angkutan
umum yang sudah ada dikurangi hingga mendekati nilai rata-rata jumlah
kendaraan beroperasi setiap hari.
Kata kunci: Evaluasi, Kinerja, Angkutan Kota, Pelayanan.