Abstak
Annisa Nur Faujiah
201105050240
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 4 Pada Pelajaran IPA Kurikulum Merdeka di SDIT Baitussalam Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa disebabkan karena dalam proses pembelajaran siswa kurang dilatih untuk berpikir kritis. Tujuan penelitian ini 1) untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa sebelum diterapkannya kurikulum merdeka pada pelajaran IPA di kelas 4 SDIT Baitussalam, 2) untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa sesudah diterapkannya kurikulum merdeka pada pelajaran IPA di kelas 4 SDIT Baitussalam, 3) untuk mengetahui penerapan kurikulum merdeka pada pelajaran IPA di kelas 4 SDIT Baitussalam, dan 4) untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas 4 pada pelajaran IPA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed methods.
Desain penelitian yang akan digunakan adalah model concurrent triangulation. Sampel
pada penelitian ini seluruh siswa kelas 4B yang berjumlah 44 orang siswa. Teknik
pengumpulan data kuantitatif menggunakan tes dan teknik pengumpulan data kualitatif
menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kuantitatif
yang digunakan adalah uji paired sample t-test. Teknik analisis data kualitatif dalam
penelitian ini menggunakan model Miles and Huberman. Berdasarkan hasil yang
diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis siswa sebelum diterapkannya kurikulum
merdeka pada pelajaran IPA di kelas 4 masih kurang berkembang dengan diperoleh nilai
rata-rata pretest siswa 67,05. Sedangkan kemampuan berpikir kritis siswa sesudah
diterapkannya kurikulum merdeka pada pelajaran IPA di kelas 4 sudah mulai berkembang
dan mengalami peningkatan yang ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata posttest
siswa sebesar 87,86. Hasil uji paired sample t-test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) dengan
nilai signifikansi 0,000 < 0,05 bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Penerapan kurikulum
merdeka pada pelajaran IPA di kelas 4, kegiatan pembelajarannya berpusat pada siswa
dan siswa yang lebih aktif. Selain itu, dalam proses kegiatan belajarnya terdapat kegiatan
projek sehingga dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa dan dapat
menguatkan karakter siswa melalui dimensi profil pelajar Pancasila. Dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa terdapat faktor penghambat dan faktor pendukungnya. Faktor penghambat dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas 4 pada pelajaran IPA, yaitu fasilitas yang masih kurang lengkap dari segi jumlah dan kualitasnya serta kurangnya rasa percaya diri siswa. Sementara itu, faktor pendukungnya meliputi kegiatan belajar mengajar guru, minat belajar siswa, dan motivasi belajar siswa.
Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Pelajaran IPA, Kurikulum Merdeka