Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Program Studi KESEHATAN MASYARAKAT
Judul HUBUNGAN FAKTOR ERGONOMI DAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PORTER PENDAKI GUNUNG DI PT. JELAJAH VULCANO DWIPANTARA
Tahun 2025
Tanggal Input 23 Apr 2026, 14.09



Abstak

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah
kesehatan kerja yang sering dialami oleh pekerja fisik, termasuk porter pendaki
gunung yang setiap hari berhadapan dengan beban berat dan postur kerja tidak
ergonomis. Kondisi ini dapat memicu cedera otot, sendi, maupun jaringan tubuh
sehingga berdampak pada produktivitas dan kesehatan pekerja. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor ergonomi—meliputi postur kerja
dan aktivitas pengangkatan manual—serta faktor individu seperti usia, indeks
massa tubuh (IMT), dan durasi kerja dengan keluhan MSDs pada porter pendaki di
PT. Jelajah Vulcano Dwipantara tahun 2025.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel
sebanyak 30 porter yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data
dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik individu, Nordic Body Map untuk
mengukur tingkat keluhan MSDs, serta penilaian postur kerja berdasarkan SNI
9011:2021. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji
Spearman untuk mengetahui hubungan antarvariabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh porter (100%) mengalami
keluhan MSDs dengan kategori tinggi. Tidak terdapat hubungan signifikan antara
usia (p=0,161), IMT (p=0,317), dan durasi kerja (p=0,1000) dengan keluhan MSDs.
Begitu pula aktivitas pengangkatan manual tidak menunjukkan hubungan
signifikan (p=0,1000). Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan antara postur kerja
dan keluhan MSDs (p=0,006; r=0,489), yang menandakan bahwa semakin buruk
postur kerja porter, semakin tinggi tingkat keluhan yang dialami. Hal ini
menunjukkan bahwa faktor ergonomi, khususnya postur kerja, merupakan
kontributor utama munculnya keluhan MSDs.
Dapat disimpulkan bahwa faktor ergonomi berupa postur kerja memiliki
hubungan signifikan dengan keluhan MSDs pada porter pendaki, sedangkan faktor
usia, IMT, durasi kerja, dan pengangkatan manual tidak menunjukkan pengaruh
bermakna. Penelitian menyarankan perlunya intervensi ergonomi seperti pelatihan
teknik kerja aman, penggunaan alat bantu, modifikasi sistem kerja, dan peningkatan
kesadaran ergonomi untuk meminimalkan risiko cedera serta meningkatkan
keselamatan kerja porter.

Kata kunci: Musculoskeletal Disorders, ergonomi, porter pendaki, postur kerja,
Manual Handling.
Daftar Bacaan : 14 Buku, 54 Jurnal (2013–2025)