Abstak
Fadli Nurdiansyah
191106011662
Angkutan umum perkotaan adalah suatu sarana transportasi yang kini sudah digunakan rutin oleh masyarakat kota untuk kebutuhan transportasi sehari-hari. Pada angkutan kota, terdapat banyak permasalahan terutama pada aspek pelayanan yang tidak efisien untuk penumpang, hal ini dikarenakan goyahnya faktor keamanan serta waktu yang membuat sarana transportasi angkutan kota kalah bersaing dengan sarana transportasi lainnya seperti ojek online dan lain-lain dalam pelayanan transportasi. Maka dari itu, Departemen Perhubungan Kota Bogor merilis suatu sarana transportasi baru yang bernama BisKita Transpakuan dengan memenuhi segala aspek faktor ketidaknyamanan pengguna dalam menggunakan transportasi angkutan kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar biaya operasional yang diperlukan untuk sistem pengoperasian
angkutan BisKita Transpakuan Koridor 1 dengan rute Terminal Bubulak – Cidangdiang PP pada kondisi sebelum pembangunan jembatan Otto Iskandar Dinata dan pada kondisi selama pembangunan jembatan Otto Iskandar Dinata. Dengan menggunakan metode perhitungan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.792/AJ.205/DRJD/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.2752/AJ.206/DRJD/2020 tentang Pedoman Teknis Perhitungan Biaya Operasional Kendaraan Subsidi Angkutan Umum Perkotaan. Kemudian dilakukan proses analisa dari data primer dan sekunder yang didapatkan dari survey observasi dan instansi sehingga didapat hasil analisis menunjukan bahwa total
biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh perusahaan di setiap km nya adalah
sebesar 7.721,12 rp/bus-km pada kondisi normal atau existing dan sebesar 7.792,48 rp/bus-km untuk kondisi selama pembangunan jembatan Otto Iskandar Dinata.
Kata Kunci : Angkutan umum, BisKita Transpakuan Koridor 1, Biaya Operasional Kendaraan (BOK)