Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS AGAMA ISLAM
Program Studi ILMU AL QURAN DAN TAFSIR
Judul FENOMENA CYBERBULLYING MENURUT PANDANGAN AL-QUR’AN (ANALISIS AYAT-AYAT AKHLAK BERKOMUNIKASI DENGAN PENDEKATAN TAFSIR TEMATIK)
Tahun 2026
Tanggal Input 24 Aug 2026, 11.03



Abstak

Fenomena cyberbullying semakin menjadi persoalan serius di era digital saat ini,
khususnya di kalangan remaja dan mahasiswa di Malaysia. Cyberbullying tidak hanya
berdampak negatif pada aspek psikologis, sosial dan akademik korban, tetapi juga
menimbulkan kerusakan moral dan spiritual. Permasalahan ini menuntut pendekatan yang
komprehensif, termasuk penguatan nilai-nilai etika dan akhlak dalam komunikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena cyberbullying serta dampaknya,
menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan akhlak komunikasi dan
merumuskan strategi penerapan nilai-nilai Qur’ani dalam mencegah cyberbullying. Metode
penelitian yang digunakan adalah library research dengan pendekatan tafsir tematik
(maudhu’i), yaitu pengkajian ayat-ayat Al-Qur’an secara sistematis berdasarkan tema
akhlak berkomunikasi. Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh dari ayat-ayat
Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir yang membahas etika komunikasi Islam, di antaranya
tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, tafsir Fi Zhilal al-Qur’an karya Sayyid Qutb,
dan tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir. Adapun data sekunder diperoleh dari berbagai
buku dan jurnal yang berkaitan dengan cyberbullying, media sosial, dan etika komunikasi
Islam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis)
melalui pendekatan deskriptif-analitik. Pendekatan ini memungkinkan peneliti
mengidentifikasi nilai-nilai etika Islam yang dapat diterapkan secara kontekstual dalam
masyarakat digital saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan
prinsip-prinsip etika komunikasi yang komprehensif, meliputi larangan menghina,
berprasangka buruk, mencari kesalahan dan ghibah, serta perintah untuk berkata baik.
Nilai-nilai ini sangat relevan untuk mencegah dan menangani cyberbullying di era digital.
Penelitian ini merumuskan model etika komunikasi Islam yang multidimensional,
mencakup aspek pengendalian diri, rasa hormat, empati dan tanggung jawab dalam
menggunakan media sosial. Dengan demikian, ajaran Al-Qur’an secara holistik
menawarkan solusi preventif dan kuratif terhadap fenomena cyberbullying melalui
pembinaan akhlak komunikasi yang berlandaskan nilai spiritual dan sosial, sehingga dapat
menciptakan ruang digital yang harmonis, aman dan beretika.

Kata kunci: Cyberbullying, Akhlak Berkomunikasi, Tafsir Tematik Al-Qur’an.


Preview