Abstak
Khairina Zhahra
191105010449
Pola asuh adalah cara yang digunakan oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak. Namun, terdapat perbedaan pada orang tua orang tua tunggal yang harus menjalankan dua peran ganda yaitu bekerja dan mendidik anak. Kemudian persoalan terkait akhlak anak usia 13-16 tahun yaitu penurunan akhlak pada saat ini dapat diamati dari segi perilaku terhadap guru, orang tua, dan teman sebaya. Berdasarkan uraian diatas maka penerapan pola asuh orang tua tunggal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penumbuh kembangan akhlak anak dan peneliti tertarik untuk mengkaji tertakit penerapan pola asuh yang orang tu atunggal berikan
kepada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa orang tua tunggal yang menerapkan pola asuh otoriter yang dimana mendidik anak dengan keras, tidak mendengarkan pendapat anak, menuntut anak, memberikan larangan pada anak, anak harus mengikuti keinginan orang tua, tidak memberikan kesempatan pada anak untuk mengambil keputusan dan tidak memberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan yang digemari oleh anak. Adapun yang menerapkan pola asuh demokratis yaitu dengan memberikan kebebasan pada anak untuk melakukan yang disukai, memberikan ruang pada anak untuk mengambil keputusan sendiri, ketika berbeda
pendapat maka mencari solusi terbaik dari kedua pendapat tersebut, senantiasa mendukung kegiatan anak dan mendengarkan jika anak berpendapat. Selain itu, pola asuh permisif yang diterapkan orang tua seperti senantiasa menuruti keinginan anak dan memanjakan anak. Oleh karena itu, orang tua tunggal di Desa Cimanggis menerapkan pola asuh otoriter, demokratis dan permisif pada anak.
Kata kunci: pola asuh, orang tua tunggal, akhlak