Abstak
ABSTRAK
Ekstraksi teknik cold brew mulai berkembang dikalangan masyarakat
yaitu menggunakan air bersuhu ruang yang didiamkan 6-18 jam. Metode ini
digunakan untuk menyeduh kopi atau teh dengan kualitas yang baik tapi
membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu metode ekstraksi
yang lebih cepat tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. Salah satunya
yaitu Ultrasonic assisted extraction (UAE) merupakan metode ekstraksi berbantu
ultrasonik yang dapat menghasilkan ekstrak cukup baik pada suhu ruang dalam
waktu yang lebih singkat bahkan mampu menghasilkan ukuran partikel dalam
skala nanometer. Untuk itu, dilakukan penelitian ekstraksi teh hijau menggunakan
metode UAE dalam temperatur rendah (dibawah suhu ruang). Tujuan Penelitian
ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap ukuran
partikel menggunakan UAE cold brew serta menentukan waktu dan suhu
optimum pengekstraksi untuk menghasilkan berat terekstraksi tertinggi dan
melakukan analisis distribusi ukuran partikel ekstrak yang dihasilkan. Proses UAE
menggunakan air suhu (10, 15, 20 ºC) dan waktu (5, 10, 30 menit). Sebagai
kontrol dilakukan ekstraksi maserasi cold brew menggunakan suhu ruang selama
12 jam didiamkan pada lemari pendingin dan hot brew suhu 70ºC selama 10
menit. Analisis kepekatan warna dilakukan untuk menentukan sample yang akan
diuji PSA. Hasil analisis kepekatan warna menunjukan ekstraksi UAE suhu 10ºC
dengan variasi waktu 5,15,30 menit yang paling sesuai dengan karakteristik
larutan teh hijau. Uji PSA menghasilkan ukuran paling kecil pada suhu 10ºC
selama 30 menit dengan rata-rata ukuran 293.64 nm. Waktu dan suhu optimum
untuk menghasilkan berat terekstraaksi terbanyak pada suhu 20ºC 30 menit
sebesar 0,82 gram dari 6 gram sample teh hijau. Hasil ini menunjukan ekstraksi
UAE dapat mempersingkat waktu, meningkatkan berat terekstraksi dan
menghasilkan ukuran nanometer.
Kata kunci : Cold Brew; Ekstraksi; PSA; Teh Hijau; UAE