Abstak
Wulandari
221107012463
Penerapan higiene sanitasi makanan pada pedagang kaki lima merupakan upaya
penting dalam mencegah kontaminasi makanan dan risiko foodborne disease.
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan perilaku
pedagang kaki lima terhadap penerapan higiene sanitasi makanan di Taman
Heulang Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan
pendekatan kuantitatif analitik. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 40
pedagang kaki lima dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan
menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat
dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian
besar pedagang memiliki penerapan higiene sanitasi kategori baik (62,5%), namun
tingkat pengetahuan sebagian besar masih kurang (52,5%). Analisis bivariat
menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan maupun
perilaku dengan penerapan higiene sanitasi makanan (p>0,05). Kondisi tersebut
dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas sanitasi dan faktor lingkungan tempat
berjualan. Disimpulkan bahwa penerapan higiene sanitasi makanan tidak hanya
dipengaruhi pengetahuan dan perilaku, tetapi juga faktor lingkungan dan sarana
sanitasi. Disarankan adanya pembinaan rutin dan penyediaan fasilitas sanitasi yang
memadai bagi pedagang kaki lima.
Kata kunci: higiene sanitasi, pedagang kaki lima, pengetahuan, perilaku, keamanan
pangan.
The implementation of food hygiene and sanitation among street food vendors is an
important effort to prevent food contamination and reduce the risk of foodborne
diseases. This study aimed to analyze the relationship between the knowledge and
behavior of street food vendors and the implementation of food hygiene and
sanitation at Taman Heulang, Bogor City. This study employed a quantitative
analytic approach with a cross-sectional design. The population and sample
consisted of 40 street food vendors selected using total sampling technique. Data
were collected through questionnaires and observation sheets, then analyzed using
univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that
most vendors had good food hygiene and sanitation practices (62.5%), while the
majority still had low levels of knowledge (52.5%). Bivariate analysis indicated that
there was no significant relationship between knowledge and behavior with the
implementation of food hygiene and sanitation (p>0.05). These findings were
influenced by limited sanitation facilities and environmental conditions at the
vending locations. In conclusion, the implementation of food hygiene and sanitation
is not only influenced by knowledge and behavior, but also by environmental factors
and the availability of sanitation facilities. Therefore, routine supervision and
adequate sanitation facilities are recommended to improve hygiene and sanitation
practices among street food vendors.
Keywords: food safety, food hygiene and sanitation, knowledge, behavior, street
food vendors.