Abstak
Sandi Mawardi
151105131107
Tali baja merupakan komponen utama pada sistem pesawat pengangkat khususnya tower crane. Tali baja itu sendiri memiliki desain serta kekuatan yang berbeda-beda tergantung kebutuhan dalam penggunaannya. Konstruksi tali baja yang umum digunakan adalh jeni 6x19 artinya tali baja memiliki 6 pintalan strand dan pada setiap strand terdapat 19 untai kawat yang memintal. Tali baja yang digunakan pada tugas akhir ini adalah jenis 6x19 dengan
diameter 10 mm. Berdasarkan BSN SNI 0078:2008 tali baja yang digunakan memiliki spesifikasi tegangan patah (?b) = 6620 kg/cm2, beban patah (Pb) = 180 kg/mm2, dan berat tali = 0,430 kg/m. Dalam analisa tali baja dilakukan dengan variasi pembebanan yang berbeda yaitu 300 kg, 400 kg, dan 500 kg. Analisa ini bertujuan untuk memperoleh kelayakan tali baja yang akan digunakan pada tower crane yang akan dirancang, meliputi: (1) Nilai tegangan yang terjadi ketika tali diberi beban, (2) Diameter tali baja, (3) Regangan tali baja yang terjadi selama pemakaian, dan (4) Umur pakai tali baja sebelum tali baja tersebut rusak. Dari hasil analisa pada pembebanan 300 kg didapatkan nilai tegangan yang terjadi sebesar
485,9 kg/cm2, diameter tali baja 6 mm, regangan yang terjadi pada tali sebesar 19,5 cm, dan umur tali baja 11 tahun 6 bulan. Pada analisa pembebanan 400 kg didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada tali sebesar 503,9 kg/cm2, diameter tali baja sebesar 6 mm, regangan yang terjadi pada tali sebesar 20,1 cm, dan umur tali baja 10 tahun 11 bulan. Pada analisa pembebanan 500 kg didapatkan nilai tegangan sebesar 515,4 kg/cm2, diameter tali baja sebesar 7 mm, regangan yang terjadi pada tali baja 20,6 cm, dan umur tali baja 10 tahun 4 bulan. Dari hasil analisa ini tali baja aman digunakan pada tower crane ini.
Kata-kata kunci : mesin pengangkat, tower crane, tali baja.