Abstak
Industri pengolahan makanan merupakan salah satu sektor yang menuntut sumber
daya manusia untuk bekerja secara konsisten, disiplin, dan sesuai dengan standar
produksi yang telah ditetapkan. Konsistensi tersebut diperlukan untuk menjaga
mutu produk, efisiensi proses kerja, serta keberlanjutan operasional perusahaan.
Namun demikian, rendahnya tingkat keterlibatan karyawan dan belum optimalnya
penerapan prosedur kerja dapat menjadi faktor yang memengaruhi pencapaian
kinerja karyawan. Dalam konteks tersebut, pemberdayaan karyawan dan penerapan
Good Manufacturing Practice (GMP) menjadi aspek penting yang perlu
diperhatikan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
pemberdayaan karyawan dan Good Manufacturing Practice (GMP) terhadap
kinerja karyawan di PT Mahorahora Bumi Nusantara. Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data penelitian
diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan sebagai responden.
Selanjutnya, data dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 26 melalui beberapa
tahapan pengujian, meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta
analisis regresi linier berganda. Pengujian hipotesis dilakukan dengan
menggunakan uji t untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan uji F untuk
mengetahui pengaruh secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemberdayaan karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan, tanggung
jawab, dan kesempatan karyawan dalam proses kerja, maka semakin baik pula
kinerja yang dihasilkan. Selain itu, penerapan Good Manufacturing Practice
(GMP) juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Penerapan standar produksi yang baik mampu meningkatkan kedisiplinan, kualitas
kerja, serta produktivitas karyawan. Secara simultan, pemberdayaan karyawan dan
GMP berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian,
perusahaan perlu memperkuat pemberdayaan karyawan serta memastikan
penerapan standar operasional secara konsisten dan berkelanjutan.
Kata Kunci: industri pangan, kinerja karyawan, pemberdayaan karyawan, praktik
manufaktur yang baik.