Abstak
ABSTRAK
Mengukur kinerja portofolio tidak bisa hanya dilihat dari return saja, akan tetapi
juga harus memperhatikan risiko yang akan di tanggung investor. Adanya tiga
parameter yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja portofolio yaitu indeks
Sharpe, Treynor, dan Jensen. Ketiga pengukuran kinerja portofolio tersebut
mengasumsikan adanya hubungan linier antara pengambilan return portofolio
dengan pengambilan dari beberapa indeks pasar. Dari ketiga model tersebut
mendasarkan analisisnya pada return masa lalu untuk memprediksikan return dan
risiko masa akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya
perbedaan kinerja portofolio saham-saham IDX 30 jika diukur dengan metode
Sharpe, Treynor, dan Jensen selama periode penelitian yaitu tahun 2017-2021. Jenis
data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan data
sekunder data yang diperoleh dengan mengambil data-data yang di publikasikan
oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Yahoo Finance. Penelitian ini menggunakan
metode purposive sampling, dan menghasilkan 9 perusahaan yang dijadikan sampel.
Objek penelitian ini adalah PT. Adaro Energy Tbk (ADRO), PT. Astra
Internasional Tbk (ASII), PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT. Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI),
PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT. Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT.
Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Hasil penelitian menunjukkan hasil dari uji Kruskal Wallis H dengan berdasarkan
data Z-Score indeks Sharpe, Treynor, dan Jensen bahwa tidak adanya perbedaan
yang signifikan antara pengujian dengan menggunakan metode Sharpe, Treynor,
dan Jensen.
Kata kunci : Metode Sharpe, Treynor, Jensen dan Kinerja Portofolio Saham
ABSTRAK
Measuring portfolio performance can not only be seen from the return, but also
must pay attention to the risks that will be borne by investors. There are three
parameters that can be used to measure portfolio performance, namely the Sharpe,
Treynor, and Jensen indexes. The three portfolio performance measurements
assume a linear relationship between taking portfolio returns and taking from
several market indices. The three models base their analysis on past returns to
predict future returns and risks. This study aims to determine whether there are
differences in the portfolio performance of IDX 30 stocks when measured by the
Sharpe, Treynor, and Jensen methods during the research period, namely 2017
2021. The type of data used is descriptive quantitative, using secondary data data
obtained by taking data published by the Indonesia Stock Exchange (IDX) and
Yahoo Finance. This research uses purposive sampling method, and produces 9
companies as samples. The object of this research is PT. Adaro Energy Tbk (ADRO),
PT. Astra International Tbk (ASII), PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT. Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
(BBRI), PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT. Kalbe Farma Tbk (KLBF),
PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT. Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
The results showed the results of the Kruskal Wallis H test based on the Sharpe,
Treynor, and Jensen Z-Score index data that there was no significant difference
between the tests using the Sharpe, Treynor, and Jensen methods.
Keywords: Sharpe, Treynor, Jensen Method and Stock Portfolio Performance