Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Program Studi KESEHATAN MASYARAKAT
Judul FAKTOR RISIKO TUBERKULOSIS PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIAMPEA TAHUN 2024
Tahun 2025
Tanggal Input 07 Oct 2025, 13.30



Abstak

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di
Indonesia. Kabupaten Bogor memiliki jumlah kasus tertinggi di Jawa Barat, dan
wilayah kerja Puskesmas Ciampea mengalami lonjakan kasus TB tahun 2023.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko individu
dan lingkungan terhadap kejadian TB. Penelitian ini menggunakan desain kasus
kontrol dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 180 responden (90 kasus
dan 90 kontrol) yang dipilih dengan teknik total sampling untuk kasus dan
purposive sampling untuk kontrol. Instrumen berupa kuesioner dan lembar
observasi. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan odds ratio (OR).
Hasil menunjukkan bahwa status gizi (p = 0,001; OR = 3,548; 95% CI = 1,876
6,709) dan riwayat kontak dengan penderita TB (p = 0,003; OR = 3,060; 95% CI =
1,504–6,230) berhubungan signifikan dengan kejadian TB. Variabel lain seperti
pendidikan (p = 0,163), status ekonomi (p = 0,113), merokok (p = 0,870), ventilasi
rumah (p = 0,274), dan kepadatan hunian (p = 0,139) tidak menunjukkan hubungan
bermakna. Hasil dari penelitian ini didapat dua faktor risiko signifikan adalah status
gizi buruk dan riwayat kontak erat. Saran: Puskesmas perlu meningkatkan edukasi,
pendataan kontak erat, serta intervensi gizi dan lingkungan.

Kata kunci : Faktor risiko, kasus kontrol, kontak erat, status gizi, tuberkulosis.