Abstak
Penanganan material secara manual dengan mengandalkan tenaga manusia sangat
memungkinkan munculnya permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja,
mengingat kapasitas manusia dalam melakukan suatu pekerjaan sangat terbatas.
Oleh karena itu, peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) penting untuk
meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi kecelakaan kerja serta penyakit
akibat kerja. Sebagaimana yang diatur dalam pasal 86 Ayat 1 Undang-Undang No.
13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Nyeri pada bagian tubuh tertentu
merupakan salah satu risiko yang terkait dengan pekerjaan Manual Handling, yang
dikenal sebagai Musculoskeletal Disorders (MSDs). Tujuan dari peneltian ini
Mengetahui Hubungan Antara Postur Kerja dan Kegiatan Aktivitas Manual
Handling Terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Toko Beras
X.
Metode penellitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian
cross sectional. Teknk pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan
total sampling yang dimana jumlah responden sebanyak 41 responden. Penelitian
ini menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara postur kerja
dan kegiatan aktivitas Manual Handling terhadap keluhan Musculoskeletal
Disorders (MSDs).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan postur kerja dengan
keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs), ditandai dengan p value 0,021, dan
tidak adanya hubungan aktivitas Manual Handling dengan keluhan
Musculoskeletal Disorders (MSDs) dengan p value 0,286.
Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara postur kerja dengan
keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja toko beras X dan tidak
adanya hubungan antara aktivitas Manual Handling dengan keluhan
Musculoskeletal Disorders (MSDs).
Kata Kunci : Musculoskeletal Disorders (MSDs), Manual Handling