Abstak
Muhamad Swiki Ilham Akbar
211107011025
Pondok Pesantren di Indonesia masih menghadapi tantangan besar
dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang
berdampak pada meningkatnya kasus penyakit menular seperti diare,
infeksi kulit, dan ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik
PHBS dalam rutinitas sehari- hari santri di Pondok Pesantren Pertanian
Darul Fallah, Kabupaten Bogor, guna memahami sejauh mana kebersihan
lingkungan dan kesadaran santri dalam menjaga kesehatan yang telah
diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif
dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam,
observasi, Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi, Informan
dalam penelitian ini terdiri dari 5 pengurus pondok pesantren, dan 8 santri
dengan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pelaksanaan PHBS di Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah belum
sepenuhnya optimal, meskipun sarana dan prasarana sudah tersedia.
Hambatan utama dalam penerapan PHBS antara lain rendahnya kesadaran
santri, lemahnya pengawasan, serta kebiasaan kurang higienis seperti
berbagi perlengkapan pribadi antar santri dan minimnya perilaku
membuang sampah pada tempatnya. Kesimpulan dari penelitian ini
menunjukkan perlunya peningkatan edukasi dan pengawasan terhadap
santri mengenai pentingnya PHBS. Disarankan agar pihak Pesantren
bekerjasama dengan instansi kesehatan setempat untuk mengadakan
pelatihan dan pembinaan secara berkelanjutan.
Kata kunci : PHBS, Kebersihan lingkungan, Pondok Pesantren
Islamic boarding schools (Pondok Pesantren) in Indonesia continue
to face significant challenges in implementing Clean and Healthy Living
Behavior (PHBS), which has led to an increase in infectious diseases such
as diarrhea, skin infections, and acute respiratory infections (ARI). This
study aims to examine the practice of PHBS in the daily routines of students
(santri) at Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah, located in Bogor
Regency, in order to understand the extent of environmental cleanliness and
students’ awareness in maintaining health. This research employs a
descriptive qualitative method with data collection techniques including in
depth interviews, observation, focus group discussions (FGD), and
documentation. The informants in this study consisted of 5 pesantren
administrators and 8 students. Data analysis was carried out through the
stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The
results of the study indicate that the implementation of PHBS at Pondok
Pesantren Pertanian Darul Fallah is not yet fully optimal, despite the
availability of adequate facilities and infrastructure. The main obstacles to
PHBS implementation include low awareness among students, weak
supervision, and unhygienic habits such as sharing personal items and the
lack of proper waste disposal behavior. The conclusion of this study
highlights the need for increased education and supervision regarding the
importance of PHBS among students. It is recommended that the pesantren
collaborate with local health institutions to conduct continuous training and
guidance.
Keywords: PHBS, Environmental hygiene, Islamic Boarding