Abstak
Nasrullah
151104080093
Baznas menyatakan bahwa potensi zakat ada dikisaran 217 Triliun, tapi yang sampai saat ini dikelola oleh BAZNAS dan LAZNAS hanya berada dikisaran 8 Triliun. Antara potensi dan pencapaian menimbulkan pertanyaan bagaimanakah implementasi manajemen pemasaran di lembaga pengelola zakat da apa yang menyebabkan mereka belum mampu memaksimalkan potensi yang ada.
Penelitian ini dilakukan untuk mengenal lebih jauh tentang manajemen pemasaran di lingkungan Lembaga Amil Zakat terkhusus di Baitul Maal Hidayatullah Pusat Jakarta. Penelitian menggubakab metode field research dan table research dengan mengumpulkan data berupa wawancara dan dokumen lembaga.
Hasil penelitian mendapati bahwa sebenarnya progran-program yang ada di Baitul Maal Hidayatullah sudah berjalan dengan baik, tapi kurangnya kreativitas dan inovasi untuk mengemas program tersebut agar menjadi lebih menarik mengurangi minat para donatur/muzakki untuk menyalurkan lebih banak dananya ke lembaga tersebut. terbatasnya tenaga yang bersedia juga berperan atas tidak maksimalnya kinerja pemasaran di lembaga, beban yang terlalu berat dipikulkan pada individu yang berada dilingkup pemasaran membuat mereka tidak begitu leluasa untuk berkreatifitas lebih bebas. Ditambah lagi kurangnya penguasan tentang ilmu pemasaran yang lebih lanjut semakain menghambat pengembangan pemasaran di Baitul Maal Hidayatullah.
Baitul Maal Hidayatullah butuh merekrur lebih banyak tenaga profesional agar beban terlebih yang ditanggung para manajer dan staff pemasaran bisa berkurang dan potensi kreatifitas mereka bisa dimaksimalkan. Dan dilapangan diperlukan relawan tambahan untuk memberikan pendampingan agar manffat (dana/bantuan) yang diterima meningkatkan taraf hidup mereka.
Kata Kunci : Manajemen Pemasaran, Lembaga Amil Zakat Nasional.