Abstak
Helvia Yugi Indhirawaty
221107012397
Kualitas udara ruang rawat inap merupakan salah satu faktor yang
memengaruhi kenyamaan dan kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran kualitas udara berdasarkan parameter fisik suhu dan
kelembaban di Rumah Sakit Paru M. Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif dan
pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 44 ruang rawat inap yang
dipilih menggunakan purposive sampling. Pengukuran suhu dan kelembaban
dilakukan secara langsung selama lima hari pada pagi dan sore hari. Hasil penelitian
menunjukkan rata-rata suhu udara pagi dan sore hari masing-masing sebesar
27,52? dan 28,74?, sedangkan rata-rata kelembaban udara pagi dan sore hari
sebesar 69,99?n 65,13%. Seluruh ruang rawat inap (100%) tidak memenuhi
standar suhu udara, sedangkan kelembaban hanya 1 ruang (2,3%) yang memenuhi
standar dan 43 ruang (97,7%) tidak memenuhi standar. Kesimpulan penelitian
menunjukkan bahwa kualitas udara ruang rawat inap berdasarkan parameter fisik
suhu dan kelembaban di Rumah Sakit Paru M. Goenawan Partowidigdo Cisarua
Bogor masih belum memenuhi standar kesehatan.
Kata kunci: Kualitas udara, suhu, kelembaban, ruang rawat inap.
Indoor air quality in inpatient rooms is one of the factors that influence
patient comfort and health. This study aims to determine the profile of indoor air
quality based on the physical parameters of temperature and humidity at M.
Goenawan Partowidigdo Lung Hospital in Cisarua Bogor. The study employed a
quantitative method with a descriptive design and a cross-sectional approach. The
study sample consisted of 44 inpatient rooms selected using purposive sampling.
Temperature and humidity measurements were taken directly over five days in the
morning and afternoon. The results showed that the average morning and afternoon
air temperatures were 27,52? and 28,74?, respectively while the average
morning and afternoon air humidity levels were 69,99% and 65,13%. All inpatient
rooms (100%) did not meet the air temperature standard, while only 1 room (2,3%)
met the humidity standard and 43 rooms (97,7%) did not meet the standard. The
study’s conclusion indicates that indoor air quality in inpatient rooms, based on the
physical parameters of temperature and humidity at M. Goenawan Partowidigdo
Lung Hospital in Cisarua Bogor, still does no meet health standards.
Keywords: Air quality, temperature, humidity, inpatient rooms