Abstak
Kurniawan Ramadhan
161105120685
Penurunan permukaan tanah di wilayah Jakarta Utara masih terus berlangsung. Data dari Dinas Perindustrian dan Energi menunjukkan bahwa di daerah-daerah tersebut telah terjadi penurunan lebih dari 10 cm. Penurunan tanah tersebut dipengaruhi oleh kondisi muka air tanah dan pengaruh konsolidasi. Penurunan muka tanah di beberapa wilayah setiap tahunnya memang tidak terjadi secara ekstrim, namun apabila dibiarkan terus menerus akan berdampak pada munculnya kerugian, tidak hanya material tetapi juga korban jiwa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil penurunan/ konsolidasi tanah menggunakan metode perhitungan konvensional dan Pengamatan GPS Geodetic pada Jalan R.E.Martadinata Bore Hole 3 dengan Titik BM.CP.1 dan Bore
Hole 6 dengan Titik BM DKI.11 serta untuk mengetahui hasil perbandingan metode analisis penurunan/ konsolidasi antara perhitungan konvensional dengan pengamatan GPS Geodetic. Besar Penurunan/ Konsolidasi Tanah dengan Menggunakan Metode Perhitungan Konvensional pada Bore Hole 3 dengan Titik BM CP.1 diperoleh sebesar 8,5 cm dengan kurun waktu 2,320 tahun, dan pada Bore Hole 6 dengan Titik BM DKI.11 diperoleh sebesar 5,6 cm dengan kurun waktu 0,364 tahun. Besar Penurunan/ Konsolidasi Tanah dengan pengamatan GPS Geodetic pada Bore Hole 3 dengan Titik BM CP.1 diperoleh sebesar 16,8 cm dengan kurun waktu 3 tahun, dan pada Bore Hole 6 dengan Titik BM DKI.11 diperoleh sebesar 17,5 cm dengan kurun waktu 3 tahun, serta hasil pengamatan GPS Geodetic lebih akurat dibandingkan perhitungan menggunaan metode konvensional, hal tersebut dikarenakan pengamatan GPS Geodetic dilakukan
menggunakan mode Fixed selama kurun waktu 36 jam sesuai dengan pengukuran
minimal suvei geodinamika dan pengolahan menggunakan mode radial yang menghasilkan ketelitian tinggi. Sedangkan hasil dari perhitungan metode konvensional tidak dapat dipastikan keakuratannya dikarnakan data yang digunakan dalam penelitian ini terbatas.
Kata Kunci: Load Factor, Penurunan Tanah, GPS Geodetic