Abstak
Untuk membentuk portofolio saham yang efisien, kita perlu mengetahui
seberapa besar risiko yang harus ditanggung dan seberapa besar return yang akan
kita peroleh setelah menanggung risiko tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui risiko dan return yang akan di dapat oleh seorang investor, sehingga
investor tersebut dapat memilih serta memutuskan investasi saham yang tepat.
Penelitian ini menggunakan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM)
untuk mengetahui seberapa besar risiko dan return yang dihadapi serta saham mana
yang layak dan memberikan keuntungan bagi calon investor. Capital Asset Pricing
Model (CAPM) merupakan sebuah model yang digunakan dalam melakukan
penilaian terhadap harga sekuritas.
Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan adalah Perusahaan Manufaktur
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2014 yang berjumlah
10 Perusahaan. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder yang berupa harga penutupan saham bulanan (monthly closing price),
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Tingkat suku bunga (SBI/BI Rate).
Untuk dapat menentukan saham yang dapat diinvestasikan sekaligus
memberikan keuntungan bagi investor, maka diterapkan kriteria, yaitu saham
tersebut merupakan saham agresif (? > 1), Excess return bernilai positif, hubungan
yang linear antara risiko dan return, serta ? yang signifikan. Maka dari itu, dari 10
perusahaan manufaktur yang menjadi sampel, ada 2 perusahaan yang memenuhi
kriteria dan layak untuk diinvestasikan.