Abstak
Penelitian mengenai pemindahan kalor pada heat exchanger merupakan bagian
penting dalam studi sistem pendingin pasif dalam simulasi sistem keselamatan
reaktor nuklir. Kegagalan sistem pendingin aktif pada kecelakaan PLTN
Fukushima Daiichi menjadi latar belakang pentingnya pengembangan sistem
pendinginan pasif. Fasilitas eksperimental FASSIP-02 Ver.2 dirancang untuk
menginvestigasi performa pemindahan kalor melalui heat exchanger di dalam
Water Cooling Tank (WCT) dengan variasi temperatur selama kondisi tunak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perpindahan kalor
berdasarkan variasi temperatur pemanas Water Heater Tank (WHT) sebesar 50°C,
60°C, dan 70°C serta mengevaluasi efisiensi sistem pendinginan selama kondisi
tunak. Metode yang digunakan adalah eksperimen langsung dengan mencatat data
temperatur inlet dan outlet pada heat exchanger, temperatur air dalam WCT serta
laju aliran massa fluida. Data dianalisis menggunakan pendekatan perhitungan
neraca energi dan persamaan perpindahan kalor. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa semakin tinggi setting temperatur pemanas maka laju aliran massa dan laju
perpindahan kalor juga meningkat. Setting temperatur pemanas 70°C, laju
perpindahan kalor yang ditransfer melalui heat exchanger mencapai 9243,68 W,
sedangkan kalor yang diterima oleh air dalam WCT sebesar 7162,55 W. Selisih
tersebut menunjukkan adanya rugi kalor ke lingkungan. Dengan demikian, sistem
WCT pada FASSIP-02 Ver.2 menunjukkan performa perpindahan kalor yang
cukup baik dalam kondisi tunak, dan dapat dijadikan model eksperimental sistem
pendingin pasif pada reaktor skala kecil.
Kata kunci: heat exchanger, sistem pasif, pemindahan kalor, kondisi tunak, WCT,
FASSIP-02 Ver.2