Abstak
Latar Belakang : Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan kumpulan gejala
gangguan penglihatan akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama yang
banyak terjadi pada pekerja perkantoran. Tingginya penggunaan komputer pada
karyawan Internet Service Provider (ISP) berpotensi meningkatkan risiko
terjadinya Computer Vision Syndrome (CVS). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan faktor individu, lingkungan kerja, dan perangkat terhadap
keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) pada karyawan Internet Service
Provider (ISP).
Metode : Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan menggunakan
pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Internet Service Provider
(ISP) dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden. Pemilihan sampel
menggunakan Total Sampling. Data penelitian ini dikumpulkan dengan
menggunakan instrumen : kuesioner, luxmeter dan meteran pita. Data dianalisis
secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Korelasi Rank
Spearman sesuai skala data.
Hasil : Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pengguna komputer yang
mengalami keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) sebanyak 76,2%. Adapun
hasil statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan durasi
penggunaan komputer (p-value=0,011) dan pencahayaan setempat (p-value
=0,023) dengan kekuatan hubungan (r) sedang, adapun yang tidak berhubungan
usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi penggunaan smartphone, computer
workstation ergonomic dan jarak pandang mata terhadap monitor.
Kesimpulan dan saran : Disarankan karyawan menerapkan aturan 20-20-20 untuk
mengurangi kelelahan mata. Perusahaan perlu meningkatkan dan mengevaluasi
pencahayaan kerja, memberikan edukasi istirahat mata, serta menyediakan fasilitas
seperti lampu tambahan dan filter anti-glare.
Kata Kunci: Computer Vision Syndrome (CVS), durasi penggunaan komputer,
pencahayaan setempat.
Bahan Bacaan: 4 peraturan, 69 jurnal 2021-2026