Abstak
SIMULASI PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP LAJU
EROSI LAHAN MENGGUNAKAN METODE UNIVERSAL SOIL LOST
EQUATION USLE) PADA SUB DAS CISEEL. Sungai Citanduy merupakan
sungai prioritas di Pulau Jawa. Aliran sungai ini bermuara di Segara Anakan, yang
merupakan sistem estuari terbesar di pesisir selatan Pulau Jawa. Masalah yang
dihadapi oleh Segara Anakan adalah pendangkalan akibat sedimentasi partikel
partikel tanah yang dibawa oleh aliran Sungai Citanduy. Sungai Ciseel merupakan
Sub DAS dari DAS Citanduy dengan Tata guna lahan Sub DAS Ciseel didominasi
oleh pertanian lahan kering. Diketahui bahwa pertanian lahan kering memiliki
nilai C besar yaitu 0.377 sehingga nilai eorsi pada tutupan lahan tersebut besar
dan memberikan dampak besar terhadap Segara anakan. Penelitian ini membahas
dampak tata guna lahan terhadap laju erosi lahan, melalui simulasi, dengan
perubahan variabel tutupan lahan (C). Metode Analisis yang digunakan adalah
metode USLE. Aplikasi Sistem Informasi Geografis digunakan untuk membantu
analisis data spasial. Hasil analisis dengan menggunakan data tata guna lahan
pada tahun 2006, 2012 dan 2016 berturut-turut menghasilkan laju erosi sebesar
28.0, 44.2 dan 49.9 ton/ha/th. Sehingga termasuk pada kelas tingkat bahaya erosi
ringan berdasarkan klasifikasi USDA. Simulasi dengan merubah tutupan lahan
dari pertanian lahan kering menjadi sawah pada masing-masing tahun
menghasilkan laju erosi berturut-turut sebesar 21.0, 36.2 dan 37.6 ton/ha/th.
Dengan demikian dampak perubahan lahan dari pertanian lahan kering menjadi
sawah mengurangi besarnya laju erosi lahan, dan dapat mengurangi sedimentasi di
Segara Anakan
Kata kunci: Tata guna lahan, erosi, USLE, daerah aliran sungai